PENGARUH PENAMBAHAN ABU LAYANG PADA INTI BENDUNGAN TERHADAP BESARNYA DEBIT REMBESAN

Suprapto, Suprapto (2003) PENGARUH PENAMBAHAN ABU LAYANG PADA INTI BENDUNGAN TERHADAP BESARNYA DEBIT REMBESAN. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2744Kb

Abstract

Clay is used as a material of waterproof core lining in most earth dams since it's water impermeability. However, clay has some weakness, particularly high expansion and weak displacement force. Upon thinking this condition, it's necessary to improve its mechanical feature if used as waterproof core lining on dam. One of the ways is by adding some fly ash mixture, because it consists of silicate, which has ability to improve the physical and mechanical feature of the clay, it reduce the expansion, increasing the shear force and the coefisien of permeability that fulfill requirement for impervious layer. For gaining the appropriate mixture of fly ash and clay, it's necessary a study. In this study, the land (clay) used is taken from the core plan of Jatibarang dam, whereas the fly ash was taken from PT. Mega Safe Tyre Industri Semarang, with mixture variation of fly ash are 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. Each of this mixture variation gets a density, expanding, permeability, displacement force, contraction and seepage tests. Based on the test in Laboratory, it's found that larger mixture variation of fly ash, it's expansion will decrease, permeability coefficient increases, the inner displacement angle increases, contraction decreases and the seepage increases. According to general requisite for waterproof core lining on darn, the permitted permeability coefficient is k 1.104 cm/sec. Referring to this requisite and other the experiment concluded that the optimal mixture is 15% of fly ash. It given is permeability coefficient of 4.60.104 cm/sec for 90% density, the expanding = 7.61%,cohesion = 0,265 kg/cm2 with inner displacement angle = 16° ; linier contraction = 16.02% and volumerical contraction = 21.06%. Whereas for soil without mixture ( mixture variation of fly ash = 0%), permeability coefficient of 5.08.10'6 cm/sec for 90% density, the expanding = 16.73%, cohesion = 0,360 kg/cm2 the inner displacement angle = 9°, limier contraction = 20.03% and volwnerical contraction = 24.65%. Tanah lempung banyak dipilih untuk digunakan sebagai bahan lapisan inti kedap air pada bendungan sebab mempunyai sifat rapat air. Akan tetapi tanah lempung mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya pengembangan besar dan kuat geser kecil. Mengingat kondisi tersebut perlu kiranya diperbaiki sifat mekaniknya jika akan dipakai sebagai lapisan inti kedap air pada bendungan. Salah satu cara dengan menambahkan abu layang, sebab abu layang mengandung silika yang dapat meningkatkan sifat fisik dan mekaniknya, yaitu memperkecil pengembangan, meningkatkan kuat geser serta koefisien permeabilitas memenuhi syarat untuk lapisan inti kedap air. Untuk mendapatkan proporsi campuran abu layang dan lempung yang tepat perlu dilakukan penelitian. Dalam penelitian ini tanah yang digunakan diambil dari rencana inti bendungan Jatibarang, sedang abu layang diambil dari PT. Mega Safe Tyre Industri Semarang, dengan variasi campuran abu layang sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% Setiap variasi campuran dilakukan pengujian pemadatan, pengembangan, permeabilitas, kuat geser, susut dan rembesan. Dari hasil pengujian di laboratorium didapat bahwa semakin besar variasi campuran abu layang maka pengembangannya akan menurun, koefisien permeabilitas akan naik, sudut geser dalam naik, susut turun dan rembesan naik Berdasarkan persyaratan umum untuk lapisan kedap air pada bendungan, besarnya koefisien permeabilitas (k) yang diizinkan adalah 5 1.104 cm/dt. Dengan mengacu persyaratan tersebut, serta kriteria lainnya maka dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa campuran 15% abu layang merupakan campuran yang optimal. Basil penelitian menunjukkan bahwa pada kepadatan 90% mempunyai koefisien permeabilitas (k) = 4,60.10-5 cm/dt, pengembangan = 7,61 %, kohesi = 0,265 kg/cm2, sudut geser dalam = 16°, susut linier = 16,02 %, susut volumerilc = 21,06 %. Sedangkan untuk tanah tanpa campuran (variasi campuran abu layang 0%) pada kepadatan 90% mempunyai koefisien permeabilitas (k) = 5,08.1e cm/dt, pengembangan = 16,73%, kohesi = 0.360 kg/cm2, sudut geser dalam = 9°, susut linier = 20,03% dan susut voIumerilc = 24,65 %.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11394
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 08:45
Last Modified:25 May 2010 08:45

Repository Staff Only: item control page