PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAS KALIGARANG TERHADAP BANJIR DI KOTA SEMARANG

DEWAJATI, RATNA (2003) PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAS KALIGARANG TERHADAP BANJIR DI KOTA SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Population growth and socio economic condition improvement will affect urban citizen acivities, having direct impact to social distortion. When the shortage of land, the land use changes is frequently taken place, where in a certain point could mitigate environmental power support, which is in turn will affect hydrological cyclus. One of them is flood along Kaligarang river basin. This study aimed to identity the effect of land use changes along the river basin toward the flood in Semarang municipality by flood parameter according to flood debit estimation off ow coefisient. The objectives of this study are as follows :(I) to identify of trend on land use changes along Kaligarang river basin during 1990 - 2000, (2) to identify land use changes toward the flood, (3) to identify consistency of existence land use toward the spatial land use planning of Kaligarang river basin. The analytical m ethod applied i s qualitative m ethod with explanative descriptive approach toward the river basin. The quantitative method applied is C value calculation based on Chow and Hassing rational formula and the simple regression and spatial analysis with overlapping map method, to identify the trend of land use changes, its location distribution and to analyze land use consistency toward the land use planning of Kaligarang river basin. During last decade (1990 — 2000) any trend of land use improvement from 12,28 % or 2,503.25 ha to 31,54 % or 6,435.11 ha, while the idle land is decreased, from 87,72 % to 68,46 % or equivalent with extent of 15,939.56 ha to 9,195.93 ha to the effect of the degradation of the flood is increased 49 as what shown by the increase of flow ceoficient or actual C, from 28 % to 77 % according to Chow rational formula and the increase C prediction of 21 %, as what shown by the flow efficient value, from 42,4 % to 63,4 % according to Hassing Formula. The outcome of rational flow formula coefficient calculation of Chow or actual C could be used as a standard forfow coefficient value ( C ) of Hassing. The outcome of C prediction o f Hassing a ccurancy could b e improved, i f v egetation and topography o f C category represent a various physical condition. The outcome of a simple linear regression analysis indicates, that land use changes represented by the increase of accupied land is significant toward the flood, which is parametered through total debit and flow coefficient with r and r2 values successively, those are 85.5 %. 711 % and 95 %, 90.2 % . The existence land use consistency analysis of the year 2000 toward the Kaligarang spatial land use planning shows that 55.6 % is consistent and 27.5 % consistent for aquaculture and 12.9 % is inconsistent. This inconsistency could be reduced by evaluating the management of Kaligarang river basin either in the downstream, midstream as well as in the upstream areas. Pertambahan penduduk dan peningkatan kondisi social ekonomi mengakibatican peningkatan aktivitas penduduk di kota, yang akan memberikan dampak secara langsung terhadap perubahan spasial. Ketika lahan sudah mulai terbatas, maka yang sering terjadi adalah adanya perubahan penggunaan lahan, dimana pada titik tertentu perubahan lahan tersebut dapat menurunkan daya dukung lingkungan yang pada gilirannya akan mempengaruhi siklus hidrologi, salah satu diantaranya adalah banjir di DAS Kaligarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perubahan penggunaan lahan DAS Kaligarang terhadap Banjir di Kota Semarang melalui parameter banjir berdasarkan pendugaan debit banjir melalui koefisien aliran. Sasaran penelitian adalah (1) mengkaji kecenderungan perubahan penggunaan lahan di DAS Kaligarang Tahun 1990 — 2000, (2) mengkaji pengaruh perubahan penggunaa• lahan terhadap banjir, (3) mengkaji konsistensi Penggunaan Lahan eksisting dengan Rencana Tata Ruang DAS Kaligarang. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksplanatif untuk mengidentifikasi karakteristik fisik DAS Kaligarang meliputi : kondisi geografi, topografi, geologi, tanah, hidrologi serta deskriptif eksploratif untuk mengkaji konsistensi penggunaan lahan yang terjadi di DAS Kaligarang. Metode lcuantitatif yang digunakan adalah penghitungan nilai C berdasarkan formula rasional menurut Chow dan Hassing dan analisa regresi sederhana serta analisis spasial dengan metode tumpang susun peta untuk mengetahui kecenderungan perubahan penggunaan lahan, distribusi lokasi perubahan lahan yang terjadi di DAS Kaligarang serta menganalisa konsistensi Penggunaan Lahan terhadap Rencana Tata Ruang DAS Kaligarang. Dalam kurun waktu 10 tahun (1990 — 2000) terdapat kecenderungan meningkatnya prosentase lahan terbangun dari 12,28 % atau 2.503,25 ha menjadi 31,54 % a tau 6 .435,11 h a, s edangkan 1 ahan n on t erbangun m enurun d ari 8 7,72 % m enjadi 68,46 % atau dari luas 15.939,56 ha menjadi 9.195,93 ha. Pengaruh perubahan lahan terhadap banjir meningkat sebesar 49 % sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan koefisien aliran atau C aktual dari 28 % menjadi 77 % berdasarkan formula Rasional menurut Chow dan meningkatnya C Prediksi sebesar 21 % sebagaimana ditunjukkan pada nilai koefisien aliran dari 42,4 % menjadi 63,4 % menurut Hassing. Hasil perhitungan koefisien aliran formula rasional menurut Chow atau C aktual dapat digunakan sebagai patokan bagi nilai koefisien aliran (C) menurut Hassing. Hasil C prediksi menurut Hassing dapat lebih ditingkatkan akurasinya apabila kategori C vegetasi dan C topografinya dapat mewakili kondisi fisik lapangan yang beragam. Hasil analisa regresi linier sederhana menunjukkan bahwa perubahan lahan yang dicerminkan dengan peningkatan lahan terbangun signifikan terhadap banjir yang diparameterkan melalui total debit dan koefisien aliran dngan nilai r dan r2 berturut-turut sebesar 85,5 %; 73,1 % dan 95 %; 90,2 %.. Analisa Konsistensi Penggunaan Lahan Eksisting Tahun 2000 dengan Rencana Tata Ruang DAS Kaligarang m enunjukkan b ahwa 5 9,6 % Konsisten, 2 7,5 % Konsisten untuk Budidaya dan 12.9 % Tidak Konsisten. Ketidak konsistenan Penggunaan Lahan dengan Rencana Tata Ruang dapat dikurangi dengan melakukan evaluasi pengelolaan pada DAS Kaligarang atau peninjauan ulang terhadap pengelolaan DAS Kaligarang baik di bagian hulu, bagian tengah maupun hilir

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:11386
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 08:21
Last Modified:25 May 2010 08:21

Repository Staff Only: item control page