MODEL INTERAKSI POLA SPASIAL PENGGUNAAN LAHAN DENGAN KINERJA JARINGAN JALAN ( STUDI KASUS DI KOTA BEKASI )

GUWINDA, ERWIN (2003) MODEL INTERAKSI POLA SPASIAL PENGGUNAAN LAHAN DENGAN KINERJA JARINGAN JALAN ( STUDI KASUS DI KOTA BEKASI ). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Bekasi municipality is one of the west java region activity centre moreover its function as a buffer zone for capital city of the country, made Bekasi has a high value of areas for strategic activities development in national scale. High activities of trip at Bekasi municipality dominating by trade and services actvities which impacting land use changes and it shows from decreasing settlement areas at city centre subtitute by more productive activities like trade and services, while at periphery land use dominating by settlement. Land use changes sometimes not suitable with municipality land use plan. That changes impacting land use spatial pattern, land use domination, and road level of services. The objective of study is to develop model interaction between land use spatial pattern with road level of services. Research method in this study is descriptive explanative which try to explain corellation between spatial pattern and road level of servives. Computer transportation program called TRANPLAN is being use to describe road level of services and statistical program called SPSS for data proccessing to attain attraction/generation model. Origin destination matrix based on Kecamatan region use as an input for TRANPLAN programm while regression equation model data consist of number of citizen, number of employed citizen at, number of employment and land use spatial pattern per Kecamatan region. The conclusion of this study is that land use spatial pattern could influencing road level of services (V/C ratio) through attraction regression equation model as follow : Y = 2586,97 X1 + 0,02861 Xz which Y is number of attraction, XI is land use spatial pattern, and X2 is number of employment. The more lower land use spatial pattern value (more clustering), resulting the lower movement attraction which impacting road level of services. Land use spatial pattern value determined by nearest neighbour analysis formula. Further study is necessary for this research concerning land use spatial pattern based on Kelurahan region at kota Bekasi, in order to attain more accurate and meticulous land use spatial pattern value and also origin destination matrix based on Kelurahan region to avoid hidden local roads, which not encompassed by TRANPLAN program. Kota Bekasi merupakan salah satu pusat kegiatan wilayah di Jawa Barat di tambah dengan fungsinya sebagai penyangga ibukota negara maka pusat kola di Kota Bekasi memiliki nilai kawasan yang tinggi bagi pengembangan aktivitas strategis berskala nasional Tingginyct aktivitas perjalanan di kola Bekasi di dominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa yang berdampak pada pergeseran pengunaan lahan yang tampak dari menurunnya bras kawasan permttkiman di pusat kota yang digantikan oleh aktivitas yang lebih produktf yaitzt perdagangan dan jasa, sedcrngkan di daerah pinggiran kota penggunaan lahan di dominasi oleh permukiman. Pergeseran penggunaan lahan yang tedadi terkadang lidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah kola Bekasi. Pergeseran tersebut juga mempunyai implikasi terhadap pola spasial penggunaan lahatt , dominasi khan, kinerja jaringan jalan. Sludi ini bertzduan untuk melihat interaksi antara pola spasial penggunaan lahan dengan kinerja jaringan jalaz. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif eksplanatif yang mencoba untuk menjelaskan keterkaitan perubahan pola spasial penggunaan lahan dengan nilai kinerja jaringan jalan (V/C ratio). Studi ini memakai bantuan program komputer TRANPLAN untuk menggambarkan kinerja jaringan jalan dan program SPSS untuk mendapatkan persamaan regresi berganda bangkitan/tarikan perjalanan. Data yang digunakan sebagai masukan untuk program TRANPLAN adalah data matriks asal tujuan perjalanan berdasarkan zona kecamatan, sedangkatz data untuk persamaan regresi berganda adalah data jumlah penduduk per kecamatan, data tenaga kerja per kecamatan, data serapan tenaga kerja per kecamatan dan data pola spasial penggunaan lahan per kecamatan. Dari studi ini clan disimpulkan bahwa pola spasial penggunaan lahan dapat mempengaruhi kinerja jaringan plan melalui model tarikan perjalanan, seperti dalam persamaan berikut ini : Y = 2586,97 Xr + 0,02861 X2, dimana Y adalah tarikan perjalanan, X1 adalah pola spasial penggunaan lahan dart X2 adalah jumlah serapan tenaga kerja. Semakin rendah nilai pola spasial penggunaan lahan (makin mengelompok/clustered), makin rendah pula nilai tarikan perjalanan yang berdampak pada perubahcut kinerja jaringan jalan (V/C ratio). Nilai pola spasial penggunaan lahan ditentukan berdasarkan rumusan analisis tetangga terdekat (nearest neighbour analysis). Diperlukan studi lebih lanjut unit& melakttkan penelitian mengenai polo spasial penggunaan lahan di kola Bekasi berdasarkan zona kelurahan unit& mendapalkan nilai pola spasial penggunaan lahan yang lebih akurat dan teliti, serta mairik.v asal inflict', yang berbasis zona kelurahan untuk menghindari jalan-jalan lokal yang "hidden", dan tidak tercakup dalam analisis kinerja jaringan jalan dengan program TRANPLAN.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:11376
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:25 May 2010 07:59
Last Modified:25 May 2010 07:59

Repository Staff Only: item control page