KAJIAN PERTUMBUHAN KAWASAN SUBURBIA SEBAGAI DASAR MANAJEMEN PEMBANGUNAN KOTA DI PERKOTAAN TEMANGGUNG (THE STUDY OF URBAN FRINGE GROWTH TO BASE URBAN DEVELOPMENT MANAGEMENT AT TEMANGGUNG)

HADI, SAMSUL (2003) KAJIAN PERTUMBUHAN KAWASAN SUBURBIA SEBAGAI DASAR MANAJEMEN PEMBANGUNAN KOTA DI PERKOTAAN TEMANGGUNG (THE STUDY OF URBAN FRINGE GROWTH TO BASE URBAN DEVELOPMENT MANAGEMENT AT TEMANGGUNG). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

The research to descriptive of the town growth like regent city, that by Rondenelly (1983) was defined the setlemet has bufferzone the developing polecies and economic growth, between core area with hinteland area. The Temanggung town, likelly the great number of secondary city had been developing that signed of suburban (urban fringe). The case of Temanggung town developing to relate the urban development management has interented, especially this town is the prototype of the outback regent city and related to dezentralization system based on Indonesian Regulation number 1999, 22th for the regional geverment. The aims of the study are knowing development and urbanization growth of the urban fringe at Temanggung town. The study is desciptive and explorative research category, that to descriptive the research object and finding to new premis based on empiric area. The data collecting from the secondary and primiere by total and multystage sampling. The data collection to be analized by quantitative and qualitative method (distributve freqwention; tabelaris, regression statistic , cross tabulation etc), so to take conclution by inductive approach. Result the study shows (1) the urban sprawl development (morfology) growth 3,7 percent, faster than the urbanization growth, 1,3 percent (2) morfology growth as same as the distance area from core city, but the growth tend to urban sprawl of leap frog development. (3) morfology growth as tend influenced by housing and transpotation development . (4) The factor of the population growth is birth rate, 54 percent and move from out area, 46 percent(5) There were significance of derente education and household activity between suburban and core city, but the both variable is not related spatial structure from Turner and Shevky & Bell, likelly usual at big city.(6) The public services, road, garbage wasted and water supply is developing necesarry. (7) urban management is related the regional goverment system; so like this the chang of "desa" (rural govern) to became "kelurahan" (urban govern) should be thefins stage descision for the urban management implementation. The important conclution of this study, that suburban development tends to signed the acceleration of the morfology growth more influenced by the housing development, but this growth is random (leap frog development), that can impacted ekology of agriculture for next time. So the urban management should be begin objetived to transit point or toward of bufferzone ekologis, that has been related rural and urban. The recomended of this study is begin to regulate urban sprawl by zoning regulation and improving the strukture institution for the urban management. Kajian atau penelitian ini merupakan upaya untuk menggambarkan tentang bagaintana garnbaran perkembangan kota-kota kecil seperti kota kabupaten, yang oleh Rondenelly (1983) disebut sebagai kota-kota kedua atau secondary city. Secondary City diartikan sebagai suatu tempat yang mempunyai flings! penyangga dalam kebijaksanaan pembangunan (blunt rangka pertumbuhan ekonomi antara daerah perkotaan (pusat) dengan wilayah/daerah belakangnya. Kota Temanggung, seperti halnya kota-kota kedua lainnya, dewasa ini telah mengalami perkembangan yang ditandai dengan tumbuhnya kawasan pinggiran atau kawasan Suburbia (fringe).Kaszts perkembangan Kota Temanggung dikaitkan dengan masalah manajemen pembangunan kola menarik untuk dikaji, karena disamping yang merupakan prototipe ibukota kabupaten pedalaman di Jawa, juga menjadi sangat relevan dalam lingkup penyelenggaraan desentralisasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentangPemerintahan Daerah. Penelitian ini bertujuan wztuk mengetahui perkembangan dan tingkat urbanisasi yang terjadi dan mengetalmi implementasi manajemen pembangunan kota yang didasarkan pada kebutuhan kola di kawasan suburbia kota Temanggung. Penelitian ini termasuk penelitian desknplif sekaligus eksploratif, yaitu mencoba menggambarkan fenomena-fenomena obyek penelitian sekaligus membuka peluang :mink menemukan fenomena/premis-premis hal barn berdasarkan kondisi empirik di lapangan. Data diperoleh dengan pendekatan total sampling maupun multistage sampling untuk sasaran-sasaran tertentu, dan selanjutnya dianalisa secara kuantitatif (distribusi .frekwensi, tabelaris, regresi, croos tabulation) dan kualitatif yang kemudian dilakukan penarikan kesimpullcan dengan metode induktif Dari basil penelitian diperoleh beberapa temuan penting yarn' (I) pertumbuhan morfologi (kenampaan fisik kola) tumbuh 3, 79% lebih cepat dibanding pertumbuhan penduduk (1,3%. (2) pertumbuhan morfologi kota berbanding hints dengan jarak kawasan dari psat kola namun perkembangan cendening acak dan meloncat-loncal (leap frog development) (3) pertumbuhan kenampakan fisik (morfologi) dominan dipenganthi oleh pembangunan unit pernmkiman/perumahan dan adanya jaringan transpotasi. (4) Perkembangan penduduk .pada kawasan karena faktor kelahiran (54%), selebihnya mempakan penduduk pendatang yang sebagian besar berasal dari kanzpung/permukiman dalam kohl (67%). (5) Tingkcrt pendidikan dan mata pencaharian (segregasi sosial) penduduk kawasan suburbia berbeda secara nyata dengan penduduk kota utama, namun variabel ini tidak terkait dengan struktur ruang sebagaimana konsep John Turner dan Shevky & Bell, sebagaimana lazim terjadi di kola besar. ; (5) Sarana/prasarana pelayanan kota (pendidikan dan kesehatan) sudah memadai, sedangkan untuk jalan, persampahan dan air bersih perlu ditingkatkan; (6) Pelaksanaan manajemen pembangunan kota di Temanggung belum didukung dengan aspek kelembagaan yang efektifi pada tingkat kabupaten masih ditangani oleh Sub Dinas dan pada kawasan/desa yang sudah urban masih berstatus desa Kesimpulan penting yang didapat adalah bahwa pertumbuhan kawasan Suburbia kola Temanggung lebihdominan ditandai dengan percepatan pertumbuhan morfologi kota/kenampakan fisik dad pada pertumbuhan penduduk (population growth). Perkembangan morfologi kola secara signifikan di pengaruhi oleh pembangunan unit permukiman/perumahan dan peningkatan jaringan jalan/tranportasi. Pola pertumbuhan morfologi bersifal acak/melonca (leap forg development). Pertumbuhan penduduk kawasan suburbia, adalah orang-orang dari dalam kota yang ingin mencari tempat Minimn yang dianggap kondusif bagi pertumbuhan anak-anak (generasi penerus), disamping mencari hunian yang segar dan alami. Lembaga yang menangani manajemen pembangunan kota di Temanggung behnn menunjukkan perhatian yang besar terhadap sisi pertumbuhan kawasan suburbia. Rekomendasi pelaksanaan manajemen pembangunan kola, hams mulai diarahkan pen'zoning-an' yang fleksibel, sehingga dapat menuju kawasan penyangga 'bufferzone ekologis' antara pusat kota (core city) dengan kawasan 'rural'. Disamping perlunya p eningkatan smitts kelembagaan dari Sub Dinas menjadi Badan/instansi yang mandiri dan peningkatan desa menjadi kelurahan bagi kawasan yang sudah bersifat urban.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:11365
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:24 May 2010 20:32
Last Modified:24 May 2010 20:32

Repository Staff Only: item control page