KAJIAN SETBACK BANGUNAN TERHADAP ESTETIKA VISUAL PADA PENGGAL KORIDOR JALAN PANDANARAN SEMARANG

Anwar, Iwan Chairil (2003) KAJIAN SETBACK BANGUNAN TERHADAP ESTETIKA VISUAL PADA PENGGAL KORIDOR JALAN PANDANARAN SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4071Kb

Abstract

Setback Building / Mark With Lines The Building Border (GSB) represent the regulation which made by a government to create the regularity of building form and mass in town, value of GSB show the level of building distance to road ( setback building) Problems some commercial corridor in Semarang among others irregularity of setback building which among others caused by a benefit ignorance got by them directly despitefully also caused by height price of land from research location. This research aim to study the Setback building along with phenomenon that happened to visual esthetics corridor, by using method Research of Post Positivistik Rasionalistik a method holistik by joining analysis qualitative and quantitative emphasizing intellectual knowledge empirik understanding and base on the grand theory. To reach the Obyektivitas used by technique of stratified random sampling. Population of taken as responder is architect, public society and dweller (owner). Here in after sum up the sample taken by proporsional. To determine the sample of determination location used by a sampling area. Expanding of it commercial activity in Research area which tend to to form the commerce corridor which do not in control have various negative impact for example degradation of quality of visual esthetics and environment area. Degradation of quality of this environment can be caused by various factor like jam caused from awakening traffic and delay generated by existing activity, what later then tip of to contamination of air and voice generating from motor vehicle which is on finally affect at quality of visual esthetics which is downhill progressively. Processes the degradation of quality of visual esthetics also have the negative impact, for example to dweller freshment and ready of facility. If seen from urban design aspect of hence will be formed urban design of town room which crowded. This situation require to be anticipated with the action of operation of land exploiting early to avoid the town growth which is not directional, other especially corridor is which land use less as according to farm allotment in Rencana Tata Ruang kota and Rencana Detail Tata Ruang Kota beside also Rencana Tata Bangunan Luar to be able to control the collision conducive collision will be happened. Setback bangunan / Garis Sempadan Bangunan (GSB) merupakan peraturan yang dibuat oleh pemetintah untuk menciptakan keteraturan tatanan ruang dan massa didalam kota, Angka pads GSB menunjukkan besarnya jarak bangunan terhadap jalan (setback bangunan) Permasalahan yang dihadapi pada beberapa koridor kometsial di kota Semarang diantaranya adalah ketidakteraturan setback bangunan yang diantaranya disebabkan karena ketidaktahuan manfaat yang didapat oleh mereka secara langsung di samping itu juga disebabkan karena tingginya harga lahan dilokasi penelitian. Penelitian ini bertujuan mengkaji Setback bangunan beserta fenomena yang terjadi terhadap estetika visual koridor, dengan menggunakan metode Penelitian Post Positivistik Rasionalistik suatu metode yang menekankan pemaknaan empirik dan pemahaman intelektual berdasar pada grand tbeoy. Untuk mencapai Obyektivitas digunakan teknik stratified random sampling. Populasi yang dijadikan responden adalah arsitek, masyarakat umum dan penghuni. Selanjutnya jumlah sample diambil secara proporsional. Untuk menentukan sample lokasi penentuan digunakan area sampling. Berkembangnya kegiatan perdagangan di kawasan Penelitian yang cenderung untuk membentuk koridor perdagangan yang tidak terkendali mempunyai berbagai dampak negatif antara lain penurunan kualitas lingkungan dan estetika visual kawasan Penurunan kualitas lingkungan ini dapat disebabkan berbagai faktor seperti kemacetan yang disebabkan dad. bangkitan lalu lintas dan tundaan yang ditimbulkan oleh kegiatan yang ada, yang kemudian berujung kepada pencemaran udara dan suara yang timbulkan dan kendaraan bermotor yang pada alchirnya berdampak pada kualitas estetika visual yang seinakin menurun. Proses penurunan kualitas estetika visual itu sendiri juga memiliki dampak negatif, antara lain terhadap kenyamanan penghuni dan penyediaan fasilitas. Apabila dilihat dan aspek tata ruang maim akan terbentuk tata ruang ruang kota yang semrawut Keadaan ini perlu diantisipasi dengan tindakan pengendalian pemanfaatan lahan secara dini untuk menghindari perkembangan kota yang tidak terarah, khsususnya koridor-koridor lain yang guna lahannya kurang sesuai dengan peruntukan lahan dalam Rencana Tata Ruang Kota dan Rencana Detail Tata Ruang Kota disamping juga RTBL untuk dapat mengendalikan pelanggaran — pelanggaran yang dimungkinkan akan terjadi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11364
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:24 May 2010 20:26
Last Modified:24 May 2010 20:26

Repository Staff Only: item control page