PENGOLAHAN GAS KARBON MONOKSIDA DALAM GAS BUANG DENGAN BIOFILTER

SUPRAPTO, DJOKO (2003) PENGOLAHAN GAS KARBON MONOKSIDA DALAM GAS BUANG DENGAN BIOFILTER. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2108Kb

Abstract

Carbon monoxide in flue gas treatment process using biofilter aims to decide the microbiology ability in oxidized CO in flue gas, learning the influence of variable process and making model in that process. The experiment uses biofilter bed which biofilter bed is 30°C. CO treatment process with various flow rate, the comparation between compost and soil, moisture content and particle size diameter, analized with Taguchi Method, will be acquired that flow rate and compost comparation are two prior variables which are uses for further experiment. Experiment uses Space Velocity range 11,05 — 552,48 h4, pH range 8,04 — 8,33, CO content in feed gas 794 — 987 ppm. The operating condition can treated CO gas 91,89 — 20,15%. The flow rate has a great influence. If the Space Velocity increases so at the same pH, the treated %CO will be decreases. At the same space velocity, if the distance which is covered by gas or the thickness of biofilter bed becomes higher so the concentrate of abiturient gas becomes lower. The dominant variable process has the priorities of gas flow rate, pH, particle size diameter and moisture content. The correlation value of variable for flow rate and compost are 0.654 and 0 688. This value is less than 0.5, it means that there is a great correlation between gas flow rate and the ratio between soil and compost. The operating condition of model, the influence of %compost versus pH is a linier equation. Process variable influenced to CO treatment process in biofilter bed is regration with four variables. Whereas, the influenced model pH versus % treated CO, space velocity versus % treated CO, the distance versus % treated CO, are exponential equation. The model in steady state condition with neglected dispersion is exponential equation and the unneglected dispersion is second order of Ordinary Differential Equation. Proses pengolahan gas CO dalam gas buang dengan menggunakan biofilter ini bertujuan untuk menentukan kemampuan mikrobiologi untuk mengoksidasi gas CO, dalam gas buang, mempelajari pengaruh variabel proses dan membuat model pada proses tersebut. Penelitian menggunakan biofilter bed diameter 20 cm dengan biofilter bed 75 cm, suhu biofilter bed 30°C. Proses pengolahan gas CO dengan berbagai kecepatan aliran, perbandingan kompos dengan tanah, moisture content dan particle size diameter, dianalisis dengan metode taguchi, didapatkan kecepatan aliran dan perbandingan kompos merupakan 2 variabel mama, yang akan digunakan untuk penelitian lebih lanjut Pada penelitian ini digunakan kisaran Space Velocity 11,05 s/d 552,48 jam-1, pH 8,04 s/d 8,33, kadar CO dalam gas umpan 794 s/d 987 ppm. Dengan kondisi operasi tersebut maka CO terolah berkisar antara 91,89 s/d 20,15% kecepatan aliran mempunyai pengaruh yang cukup besar. Bilamana kecepatan aliran bertambah besar atau SV menjadi besar maka pada pH yang sama % CO terolah akan semakin kecil. Pada space velocity yang sama jika pH biofilter bed semakin kecil maka gas CO yang terolah semakin besar. Pada kecepatan yang sama jika tinggi bed yang ditemptili gas atau tebal biofilter bed semakin besar maka konsentrasi gas CO keluaran semakin kecil: Variabel proses yang dominan mempunyai urutan prioritas kecepatan aliran gas, pH, particle size diameter dan moisture content. Nilai korelasi antar variabel untuk kecepatan aliran dan kompos adalah 0,654 dan 0,688. Nilai ini lebih kecil dari 0,5 berarti terjadi korelasi yang kuat antara kecepatan alir dan perbandingan tanah dengan kompos. Model kondisi operasi untuk pengaruh % kompos terhadap pH merupakan persamaan garis lures. Variabel proses yang berpengaruh pada proses pengolahan gas CO pada biofilter bed adalah regresi berganda dengan 4 variabel. Sedangkan model pengaruh pH terhadap % CO terolah, space velocity terhadap % CO terolah, jarak terhadap % CO terolah merupakan persamaan .eksponensial. Adapun model pada kondisi steady state dengan dispersi diabaikan merupakan persamaan eksponensial, kondisi steady state dan persamaan dispersi tidak diabaikan merupakan ordinary differential equation

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11337
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:24 May 2010 17:23
Last Modified:24 May 2010 17:23

Repository Staff Only: item control page