ANALISA KAPASITAS TERMINAL BUS ANTAR KOTA ( STUDI KASUS TERMINAL BUS BINTORO DEMAK)

ANTONO, LAMBANG (2002) ANALISA KAPASITAS TERMINAL BUS ANTAR KOTA ( STUDI KASUS TERMINAL BUS BINTORO DEMAK). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3732Kb

Abstract

In the role of transportation system component, the passenger terminal has the essential role for handling and managing of the transportation service system, for passenger comfortable and also as place which giving the regional revenue. At present Demak Municipal have one of passenger terminal that is namely Bintoro Bus Station of Demak that is located in left side of West Sultan Fatah Street from the Semarang course on the way to Kudus. For some community in Demak especially as the captive raiders, the Bintoro bus station is very essential for opening and closing the traveling across Demak Regional. The intensity growing of vehicle inward to the station that are late which is followed by the renovation of terminal service operational system can make some problem in terminal capacity. From the identification to the terminal facility capacities was known that it is in present is still capable to accept the intensity in seriously (the maximal remaining). The problem in Bintoro Bus Station in Demak is sourced from the single channel method application in service facilities for transportation across the town and also the service time amount of the service that available in the rural transportation. From the arrival equality model that Y = 491,37xm°436 can be predicted the amount of vehicle remaining on the service facility that will get increase in the way of the vehicle arrival intensity growing and the same time the vehicle remaining can make upset the vehicle smoothly that entering the station and make the spoiled traffic system surrounding. To build the new passenger terminal is required the big cost, and so the other way to solve the problem respecting to the passenger terminal capacity is followed by optimizing the available facility functions. And also for Bintoro Bus Station, by altering the remaining service system from single channel to multi channel on the town to town facility and make faster the service time on the rural transportation facility can reduce the vehicle remaining or the amount of vehicle that hang around in the station. Sebagai komponen sistem transportasi, terminal penumpang mempunyai peran penting untuk pengendalian dan pengaturan sistem pelayanan angkutan, untuk kenyamanan penumpang serta sebagai tempat yang dapat memberikan penghasilan pendapatan bagi daerah. Saat ini di Kabupaten Demak telah ada sebuah terminal penumpang dengan nama terminal bus Bintoro Demak yang terletak di sisi kiri ruas jalan Sultan Fatah Barat dari arah Kota Semarang menuju Kabupaten Kudus. Bagi sebagian masyarakat Demak khususnya pengguna jasa angkutan umum (captive raider) keberadaan terminal bus Bintoro Demak dirasakan sangat penting sebagai tempat mengawali dan mengakhiri perjalanan keluar masuk wilayah Demak. Meningkatnya intensitas kedatangan kendaraan ke terminal yang terlambat diikuti dengan perbaikan sistim operasional pelayanan terminal dapat megakibatkan terminal dihadapkan pada persoalan kapasitas terminal. Dari identifikasi terhadap kapasitas fasilitas pelayanan terminal diketahui bahwa saat ini kapasitas fasilitas pelayanan terminal bus Bintoro Demak terlihat masih mampu menampung intensitas kedatangan kendaraan yang masuk pada kondisi yang sangat kritis (antrian kendaraan maksimal). Adanya permasalahan pada terminal bus Bintoro Demak lebih disebabkan karena dipakainya pola pengaturan antrian single channel pada fasilitas pelayanan angkutan antar kota serta besarnya waktu pelayanan yang ada pada angkutan pedesaan saat ini. Dengan model persamaan kedatangan Y = 491,37xo,o436 diprediksikan jumlah panjang antrian kendaraan pada fasilitas pelayanan akan bertambah panjang seiring dengan meningkatnya intensitas kedatangan kendaraan dan pada saatnya antrian kendaraan yang terjadi dapat menghambat kelancaraan kendaraan yang masuk terminal dan menyebabkan terganggunya sistem lalu lintas disekitarnya. Bahwa untuk membangun fasilitas terminal baru memerlukan biaya besar, maka cara lain untuk mengatasi permasalahan kapasitas terminal adalah dengan mengoptimalkan unjuk kerja fasilitas pelayanan yang ada. Begitu pula dengan terminal bus Bintoro Demak, dengan merubah sistem pelayanan antrian dari single channel menjadi multi channel pada fasilitas pelayanan antar kota dan mempercepat waktu pelayanan pada fasilitas pelayanan angkutan pedesaan ternyata dapat mengurangi panjang antrian kendaraan ataupun jumlah kendaraan yang menunggu didalam terminal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11325
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:24 May 2010 15:41
Last Modified:24 May 2010 15:41

Repository Staff Only: item control page