TINJAUAN UMUR EKONOMIS OPERASI ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (Studi Kasus : Angkutan Umum Penumpang 1000 cc dan 1300 cc di Kota Pekanbaru

Zuriantomy, Busmart (2002) TINJAUAN UMUR EKONOMIS OPERASI ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (Studi Kasus : Angkutan Umum Penumpang 1000 cc dan 1300 cc di Kota Pekanbaru. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

For increasing use of public transport, operator should give better service. One of method to increase service is minimizing Vehicle Operating Cost (VOC) which take good decision on choosing type of public transport and determining of recondition based on economical vehicle operating age . Vehicle Operating Cost (VOC) model of public transport is needed to analyze economical vehicle operating age. Economical vehicle operating age is defined as an age which VOC minimum. VOC consist of variable cost and fixed cost. Component of variable cost are fuel consumption, oil consumption, tyre consumption, spare parts consumption , maintenance labour and driver salary. Component of fixed cost are administration cost and vehicle depreciation. VOC model is represented by regression, with vehicle age as an independent variable and vehicle operating cost as a dependent variable. Study area of this thesis on Pekanbaru, types of public transport vehicle analyzed are passenger car 1000 cc and passenger car 1300 cc. Vehicle age data ranges from 1 to 15 years. VOC model for 1000 cc as follow: 1. Variable cost Y = 0,0532 X2 + 0,8720 X + 42,0340 2. Fixed cost Y = 0,1258 X2 — 3,1865 X + 21,3610 3. Total cost Y = 0,1854 X2 — 2,4134 X + 63,6100 And VOC model for 1300 cc as follow : 1. Variable cost Y = 0,0695 X2— 1,0778 X + 44,6164 2. Fixed cost Y = 0,1736 X2 — 3,7662 X + 23,5790 3. Total cost Y = 0,2470 X2 — 2,6406 X + 68,2627 Economical vehicle operating age for 1000 cc reached on 9 years old with VOC Rp. 55,9702/seat-km and for 1300 cc reached on 7 years old with VOC Rp. 61,2347/seat¬km. Looking at mean speed , vehicle speed of 1000 cc same relatives with vehicle speed of 1300cc. For choosing of economical public transport vehicle is suggested to choose 1000 cc, because of economical vehicle operating age 1000 cc is more (9 years), VOC 1000 cc is less (Rp. 55,9702/seat-km) , and the speed of 1000 cc same relatives with speed of 1300 cc on level road. Result of minimizing VOC analysis for 1000 cc as amount Rp. 52,3883/seat -km and for 1300cc as amount Rp. 58,3478/seat-km Minimizing VOC can done by minimizing dominant component of vehicle operating cost like as filel consumption and driver salary. To determine fare of public transport, regional government as a regulator should pay attention to operator and user interest . Looking from an operator point of view, minimum fare is defined as VOC + overhead (10 % VOC). With the formula, minimum fare for 1000 cc as amount Rp. 61,567/seat-km and for 1300 cc as amount Rp. 67,358/seat¬km. Legal fare of Pekanbaru regional government ranges from Rp. 88,88/seat-km to Rp. 114,28/seat-km. Legal fare is more than minimum fare. Untuk meningkatkan pemakaian angkutan umum penumpang, penyedia jasa angkutan umum penumpang dituntut untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Dalam rangka peningkatan pelayanan angkutan umum penumpang, pihak penyedia jasa angkutan umum penumpang hams dapat mengelola jasa transportasi tersebut sehingga biaya operasional kendaraan WOK) dapat ditekan seminimal mungkin Hal ini dapat dilakukan jika penyedia jasa angkutan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memilih tipe kendaraan yang dipakai, serta menentukan umur ekonomis operasi sebagai dasar penentuan waktu peremajaan dan penggantian kendaraan. Penentuan model BOK angkutan umum penumpang diperlukan untuk dapat mengkaji umur ekonomis operasi kendaraan. Umur ekonomis operasi didefiniskan sebagai umur dengan BOK minimum. BOK terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap. Komponen yang termasuk dalam biaya variabel adalah biaya BBM, pelumas, ban, suku cadang, perawatan, dan gaji sopir. Sedangkan komponen yang termasuk dalam biaya tetap adalah biaya administrasi dan penyusutan. Model BOK direpresentasikan dalam bentuk persamaan regresi, dengan variabel bebas adalah umur kendaraan dan variabel tidak bebas adalah BOK. Penelitian ini mengambil daerah kajian kota Pekanbaru, tipe kendaraan yang dianalisis adalah kendaraan dengan mesin 1000 cc dan 1300 cc. Umur kendaraan berkisar antara 1 - 15 tahun. Dari hasil analisa model BOK untuk mesin 1000 cc , dinyatakan dalam persamaan regresi adalah sebagai berikut : 1. Biaya variabel Y = 0,0532 X2 + 0,872 OX + 42,0340 2. Biaya tetap Y = 0,1258 X2 — 3,1865 X + 21,3610 3. Biaya total Y = 0,1854 X2 — 2,4134 X + 63,6100 Sedangkan untuk mesin 1300 cc , persamaan regresinya adalah sebagai berikut : 1. Biaya variabel Y = 0,0695 X2 — 1,0778 X + 44,6164 2. Biaya tetap Y = 0,1736 X2 — 3,7662 X + 23,5790 3. Biaya total Y = 0,2470 X2 — 2,6406 X + 68,2627 Umur ekonomis operasi untuk mesin 1000 cc adalah 9 tahun dengan BOK Rp. 55,9702/seat-km dan umur ekonomis operasi untuk mesin 1300 cc adalah 7 tahun dengan nilai BOK Rp. 61,2347 /seat-km Sedangkan dilihat dari kecepatan tempuhnya antara mesin 1000 cc relatif sama dengan 1300 cc. Sehingga dalam memilih tipe kendaraan angkutan umum disarankan untuk memilih yang berukuran mesin 1000 cc, karena umur ekonomis operasi lebih lama (9 tahun) dan biaya operasionalnya lebih kecil (Rp.55,9702/seat-km) serta kecepatan tempuhnya pada medan yang datar relatif sama dengan mesin 1300 cc. Hasil minimalisasi BOK untuk mesin 1000 cc sebesar Rp. 52,3883/seat-km, dan pada mesin 1300 cc sebesar Rp. 58,3478/seat-km Usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan BOK adalah dengan meminimalkan komponen yang dominan mempengaruhi nilai BOK yaitu BBM dan gaji. Untuk menentukan tarif angkutan umum penumpang, PEMDA sebagai regulator hams memperhatikan kepentingan pengelola (operator) dan pengguna (user). Ditinjau dari sudut pandang operator tarif minimum adalah BOK + keuntungan 10 %. Tarif minimum untuk mesin 1000 cc sebesar Rp. 61,567/seat-km dan mesin 1300 cc sebesar Rp. 67,358/seat-km. Sedangkan tarif resmi yang diberlakukan PEMDA Kota Pekanbaru berkisar antara Rp. 88,88/seat-km s/d Rp. 114,28/seat-km Nilai tarif resmi lebih besar dari tarif minimum .

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11313
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:24 May 2010 15:01
Last Modified:24 May 2010 15:01

Repository Staff Only: item control page