PENJERAPAN TEMBAGA (II) DALAM AIR LIMBAH DENGAN BEBERAPA JENIS TANAH (Tanah Berlempung, Tanah Lempung Berpasir Dan Tanah flask)

H aryanto, H aryanto (2004) PENJERAPAN TEMBAGA (II) DALAM AIR LIMBAH DENGAN BEBERAPA JENIS TANAH (Tanah Berlempung, Tanah Lempung Berpasir Dan Tanah flask). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2319Kb

Abstract

Heavy metal, which have poisonous character and dangerous as one industrial wastewater component that difficult its handling. In processing of Industrial wastewater heavy metal is precipitated with easy component that easy precipitate, then is piled at a certain place and have potency cause pollution. Other fact housing development requires construction material in the form of brick with soil raw materials that constitute society livelihood. In this research is proposed soil use as raw material in making of brick to adsorb heavy metal, which there are in industrial wastewater. Copper (II) is selected as research substance, because have more low selectivity if compared to other heavy metal. Research use three types of soil that were black clayey soil from Sumberlawang, brown sandy clay soil from Ngemplak and red sand soil from Nogosari. Batch experiment and Langmuir and Freundlich models used to know adsorption capacity of soil. Continuous adsorption model explored with many rates of solution flow on soil column, Thomas model and Atomic Absorption Spectrophotometer to analyzed sample copper (II). Results indicate that soil have absorbent ability of copper (II) in wastewater and at absorption as batch follow Freundlich model with accuracy value, biggest at sand soil (84.83 %), followed sandy clay soil (66.68 %) and clayey soil (13.83 %) than copper (II) in solution. The biggest adsorption capacity is clayey soil (98 %), followed sandy clay soil (76 %) and sand soil (72 %). Continue absorption model follow Thomas equation, with ka value of clayey soil (1.387 L day' mg'), sandy clay soil (1.372) L day'' mg' and sandy ground (1.195) L day' mg. Three soil types use as absorber materials can be considered in treatment of industrial wastewater that contains heavy metal. Considering implementation making of brick by society in scale, which is small relative, so absorption model as batch is suggested utilized in absorption of copper (II) in industrial wastewater. Logam berat yang bersifat beracun dan berbahaya sebagai salah satu komponen air limbah industri yang sulit penanganannya. Dalam pengolahan air limbah industri logam berat diendapkan bersama dengan komponen air limbah yang mudah mengendap, kemudian ditimbun pada suatu tempat dan berpotensi menyebabkan pencemaran. Pada kenyataan yang lain pembangunan perumahan membutuhkan bahan bangunan berupa bath bata dengan bahan baku tanah yang diusahakan oleh masyarakat. Pada penelitian ini diusulkan pemanfaatan tanah sebagai bahan baku dalam pembuatan bath bata untuk menjerap logarn berat yang terdapat dalam air limbah industri. Dalam penelitian ini dipilih tembaga (II), karena mempunyai, selektivitas yang relatif lebih kecil daripada logam berat yang lainnya Penelitian menggunakan tiga jenis tanah yaitu tanah berlempung warna hitam clad Sumberlawang, tanah lempung berpasir warna coklat dari Ngemplak dan tanah pasir warna merah dari Nogosari. Untuk mengetahui kemampuan penjerapan tanah dilakukan percobaan secara batch dan digunakan model penjerapan Langmuir dan Freundlich untuk mengolah data percobaan secara batch. Penjerapan kontinyu dilakukan dengan percobaan pada unggun tanah pada berbagai macam laju alir dan pendekatan menggunakan persamaan Thomas. Hash menunjukkan bahwa tanah mempunyai kemampuan menjerap tembaga dalam air limbah dan pada penjerapan secara batch mengilcuti model Freundlich dengan kesuaian terbesar pada tanah berlempung (84,83 %), kemudian tanah lempung berpasir (66,68) dan tanah pasir (13,83 %). Kemampuan penjerapan terbesar dimiliki tanah berlempung (98 %), kemudian tanah lempung berpasir (76 %) dan tanah pasir (72 %) Model penjerapan kontinyu mengikuti persamaan Thomas, dengan harga ka tanah berlempung (1,387 L tanah lempturg berpasir (1.372 L harilmg-1) dan tanah pasir (1,195) L Ketiga jenis tanah dapat digunakan sebagai penjerap tembaga dan logam berat yang lain dalam pengolahan air limbah industri. Pada aplikasinya disarankan menggunakan proses hatch, karena batu bata dibuat oleh masyarakat dengan skala yang relatif kecil.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11306
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:24 May 2010 14:39
Last Modified:24 May 2010 14:39

Repository Staff Only: item control page