KAJIAN EKSISTENSI KOPROSTANOL DAN BAKTERI COLIFORM DI LINGKUNGAN PERAIRAN SUNGAI, MUARA, DAN PANTAI PADA MONSUN TIMUR (Studi Kasus Di Jakarta, Semarang, Dan Jepara)

ATMOJO, TRI YUNI (2004) KAJIAN EKSISTENSI KOPROSTANOL DAN BAKTERI COLIFORM DI LINGKUNGAN PERAIRAN SUNGAI, MUARA, DAN PANTAI PADA MONSUN TIMUR (Studi Kasus Di Jakarta, Semarang, Dan Jepara). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3114Kb

Abstract

Domestic waste is one of the major sources of the pollution in coastal waters of most developing, countries, which has got less attention than industrial pollution. However, along with the increase of human activities in coastal areas coupled with the importance of clean environment for the health, esthetics, and ecological reasons, the detection of waste contamination has become important to be recognized. So far, the indicator of domestic waste contamination has been intestinal microorganism, especially coliform bacteria. The microbial characteristics such as low tolerance against toxic substances high temperature, and salinity have been the major problem in using indicator organism. Therefore, alternative indicator is needed to solve the problem. Coprostanol is a proposed alternative indicator in detecting domestic waste, thus, it is definitely important to study the existence of coprostanol and coliform bacteria in order to define its application either in water phase or sediment at the river, estuarine, and coastal at different areas with various contamination conditions (Jakarta, Semarang, and Jepara). The research carried out from July to August 2003 of river, estuarine, and coastal of Ciliwung, Jakarta; Banjir Kanal Timur, Semarang, and Demaan, Jepara.. The results showed that coprostanol was detected in sediment but not in the water phase at all location. The existence of coprostanol detected either at river is (5,81-23,38 pg/g, or estuarine is (1,04-12,51 pg/g, and coastal in use after (2,93-6,31 kg/g). Total coliform bacteria were detected both in water column and sediment of river (2,80 x 104- 2,1 x 104) se1/100 ml, at estuarine (0 - 2 x 104) sell] 00 ml and coastal (0 — 4 x103) se7/100 ml, meanwhile fecal conform bacteria were detected in environmental water of river (2 x 104- 2,8 x 104) se1/100 ml, and at estuarine (0 - 4 x 103) se1/100 ml, but not detected at coastal area. The use of coprostanol to considered for the indicator alternative because the existence can influence by various condition at water of river and used of coliform bacteria as domestic waste contamination indicator require to be considered because owning various weakness. Limbah domestik merupakan salah satu sumber utama pencemaran di perairan pantai pada negara yang sedang berkembang yang masih kurang mendapatkan perhatian serius bila dibandingkan dengan pencemaran oleh industri. Namun dengan terus meningkatnya aktivitas manusia di wilayah pesisir dan kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih bagi kesehatan, estetika dan alasan ekologis lainnya, deteksi tentang kontaminasi limbah menjadi penting untuk diketahui secara lebih baik. Selama ini indikator kontaminasi limbah domestik ditentukan berdasarkan jumlah mikroorganisme intestinal khususnya kelompok bakteri conform. Sifat mikroorganisme yang mempunyai toleransi yang rendah terhadap tekanan lingkungan seperti bahan toksik, suhu tinggi, dan salinitas merupakan permasalahan utama organisme indikator, sehingga indikator altematif sangat diperlukan. Koprostanol diusulkan sebagai altematif indikator limbah domestik, sehingga diperlukan kajian eksistensi koprostanol untuk persyaratan kelayakannya sebagai indikator. Kajian eksistensi dilakukan di kolom air dan sedimen pada lingkungan perairan sungai, muara, dan pantai di berbagai kondisi kontaminasi yang bervariasi (Jakarta, Semarang, dan Jepara). Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2003 pada lingkungan sungai, muara dan pantai di sungai Ciliwung Jakarta, Banjir Kanal Timur di Semarang dan sungai Demaan di Jepara. Hasil menunjukkan bahwa koprostanol dapat terdeteksi pada sedimen dan tidak terdeteksi pada kolom air di ketiga lokasi. Eksistensi koprostanol didapatkan nilai tertinggi pada lingkungan perairan sungai (5,81-23,38 µg/g) dibandingkan muara (1,04-12,51 µg/g), dan pantai (2,93-6,31 peg). Bakteri total conform terdeteksi pada kolom air maupun sedimen pada lingkungan perairan sungai (2,80 x 104- 2,1 x 104) sel/100 ml, muara (0 - 2 x 104) ml, dan pantai (0 - 4 x 105 sel/100 ml, sementara fecal conform terdeteksi di lingkungan perairan sungai (2 x 104 - 2,8 x 104) sel/100 ml, dan muara (0 - 4 x 105 sel/100 ml, namun tidak terdeteksi pada lingkungan perairan pantai. Koprostanol dapat diperhitungkan sebagai altematif indicator kontaminasi limbah domestik karena eksistensinya tidak terpengaruh oleh berbagai kondisi lingkungan perairan, sedangkan penggunaan bakteri conform sebagai indikator kontaminasi limbah domestik perlu dipertimbangkan karena memiliki berbagai kelemahan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11303
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:24 May 2010 14:29
Last Modified:24 May 2010 14:29

Repository Staff Only: item control page