PENGARUH PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API TERHADAP TUNDAAN DAN PANJANG ANTRIAN KENDARAAN PADA JALAN RAYA MALANG - SURABAYA KM.10

Amal, Andi Syaiful (2003) PENGARUH PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API TERHADAP TUNDAAN DAN PANJANG ANTRIAN KENDARAAN PADA JALAN RAYA MALANG - SURABAYA KM.10. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2248Kb

Abstract

Delay is additional time needed by vehicle to pass intersection compared to junction without intersection. Intersection or a level junction between two types of transportation systems, in this case between roadway and railway, often generates delay. Semi outomatic intersection gates have been operated at some intersection or junction. The problem appeared when the vihicle volume closed to the junction is very high. It causes delay and queue length. This research aims to know the characteristic of delay and vehicle queue length due to the variation of closing duration of junction gates and various of traffic volume, and to develop appropriate model of the relation between the variables. The research is conducted at junction 53 located at Km 10 Malang - Surabaya road. The observation of traffics are conducted to passenger cars, trucks and buses. The selected variables are closing duration of gate, traffic volume, time of stopped delay and vehicle queue length. From developed model by using program of SPSS, double linier is the best mode of any model of Logarithmic, Quadratic, Cubic and Exponential Model the vehicle queue length and delay is Y1 = -26.321 + 1.487 X1 + 4.368 X2 with R2 = 0.461, T = 2.599, F = 23.403 and Y2 = -159.387 + 1.874 X1 + 6.589 X2 with R2 = 0.483, T = 2.867, F = 23.403 and also Y1 = 14.804 + 0.209 X1 + 1.174 X2 with R2 = 0.567, T = 3.427, F = 92.845 and Y2 = 19.966 + 0219 X1 + 0.975X2 with R2= 0.601, T = 4.317, F = 106.923. The model statistically is still unfavorable, it can be seen from the value of R2, T and is F which are relatively low. There are also inconsistency between model and observation of delay and vehicle queue length. Tundaan adalah waktu tempuh tambahan yang diperlukan oleh suatu kendaraan yang bergerak untuk melalui persitnpangan dibandingkan dengan melalui perlintasan tanpa persimpangan. Persimpangan atau pertentuan sebidang antara dua jenis prasarana transportasi dalam hal ini antara jalan raya dengan jalan rel merupakan bentuk pertemuan yang sering menimbulkan tundaan. Peranan sistem kontrol pada pertemuan atau perlintasan dalam bentuk pintu perlintasan tersebut pada saat ini telah banyak yang dioperasikan secara semi otomatis. Petmasalam yang tampak adalah bila volume kendaraan pada pendekat perlintasan sedemikian besar, maka akan menitnbullcan tundaan dan panjang anttian kendaraan yang cukup berarti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristilc tundaan ( delay ) dan panjang antrian kendaraan yang terjadi akibat variasi durasi penutupan pintu perlintasan kereta api, untuk berbagai variasi volume arus lalu lintas clan selanjutnya mencari model yang scsuai untuk menggambarkan hubungan antara variabel tersebut. Lokasi penelitian dilakukan pada perlintasan 53 pada ruas jalan raya Malang - Surabaya Km. 10. Survai terhadap arus lalu bias dilalcukan dengan pengamatan terhadap jenis kendaraan mobil penumpang, bus dan truk yang menuju pendekat perlintasan. Variabel yang diambil adalah durasi penutupan pintu perlintasan, volume arus lalu lintas, waktu stopped delay dan panjang antrian kendaraan. Dari model yang dikembangkan dengan menggtmakan program SPSS, model linter berganda menunjukkan hasil yang lebih balk dibandingkan dengan model Logarithmic, Quadratic, Cubic dan Exponential. Model tundaan dan panjang antrian kendaraan tersebut adalah Y1 = -26.321 + 1.487 X1 + 4.368 Xy dengan R2 = 0.461, T = 2.599, F = 23.403 dan Y2 = -159.387 + 1.874 X1 + 6.589 Xy dengan R2 = 0.483, T = 2.867, F = 23.403. Serta Y1 = 14.804 + 0.209 X1 + 1.174 Xy dengan R2= 0.567, T = 3.427, F = 92.845 dan Y2 = 19.966 + 0.219 X1 -F 0.975 X2 dengan R2 = 0.601, T = 4.317, F = 106.923. Model tersebut secara statist& rnasih terlihat kurang bail, hal ini ditunjukkan dari nilai 122, T dan F yang masih relatif rendah. Disamping itu terdapat inkonsistensi antara model tundaan dan panjang antrian kendaraan yang disebabkan karena adanya kekurang konsistensi antara survai tundaan dan panjang antrian kendaraan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:11293
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:24 May 2010 13:55
Last Modified:24 May 2010 13:55

Repository Staff Only: item control page