EVALUASI TINGKAT PELAYANAN JALAN ARTERI PRIMER KOTA AMBARAWA

SUSILO, YUSUF AHMADI JOKO (2002) EVALUASI TINGKAT PELAYANAN JALAN ARTERI PRIMER KOTA AMBARAWA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

The function ofSudirman Street ofAmbarawa town is as a primary arterial road, now has a lowest level of service category while Ambarawa town act as sub-system city of Central Java cities Semarang - Surakarla - Yogyakarta among athers. According to the laws and regulations (Undang-(Indang) Number 13th year 1980; (Indang - (Wang Number 14th year /992 and Government Regulation (Peraturan Pemerintah) Number 26, 1985; for road and streets, the roads which have function as primary arterial do not permit for local traffic, to and for traffic and local activities which caused interference to the intercity traffic and slow traffic unpermitted to annoying fact traffic. Thus criteria especially fir Sudirman street ofAmbarawa town have deviates, this segment of street which fraction as primary arterial road not only fir rural traffic but all activities of town accumulated on this road. The aim research is to evaluated level of service of Sudirman Street Ambarawa town, is this segment of road function as primary arterial road ? or it need special local solution in order to raise the level of service of Sudirman street which more down as consequence of high interaction side street land use. From field survey obtained the number of vehicle passing the street 24.449 vehicleehour, the number of vehicle at peak hour = 1.549 p•u/hour and time to pass at conflict point on the average 25,67 km/hour. Secondary data needed is air pollution content compared with traffic volume. While in analyzing the influence of land use in the corridor of this street is by town activities and'Unction of primary arterial road simulation. Another direct monitoring is interview with the person which have activity on this segment of street and take .field documentation to obtained the behavior of community in direct interacting on this street. Based on collected data and theory applied evaluation done to each aspect. Evaluation founds the level of service of Sudirman Street Ambarawa town now reach degree of saturation of 0,84, that mean the condition of street need an unstable flow and low speed (AASHO, 1973), it caused vehicle operating cost increase, have consequences extravagance cost, fir Passenger Car = Rp. 6713/km, Bus Rp. 6.351/km, Truck Rp. 7.182 km; air pollution level CO, NO2, 502 and Particulate nearly equal to ambient air quality and noise level up to 70 dBA. besides the traffic volume always increase also the side friction i.e. Market Prot° and sub-terminal are interaction direct to main road, the undisciplined of community behaviors and vendors on the side walk were unplaced, this is the result of unable regulation implementation on right ofway street corridor From the condition and less facilities in town border, town area becomes trip attraction and caused people intensity of problem in traffic in central business district which caused road level ofservice decreased To guard the minimum activities friction and town compatibility it need some solutions, for the short term period i.e. to prepare a crossing pedestrian bridge, to widen the road to prepared local road, to replace the activities of Projo Market (Pasar Prop) and sub- terminal andfir the long term period is to develop a ring road. Jalan Sudirman Ambarawa yang berfungsi sebagai jalan arteri primer, saat ini memiliki tingkat pelayanan dalam kategori rendah, padahal Kota Ambarawa merupakan sub sistem antara kota-kota besar di Jawa Tengah antara lain Semarang — Surakarta — Yogyakarta. Menurut UU No. 13 tahun 1980, UU No. 14 tahun 1992 dan PP No. 26 tahun 85, yaitu tentang jalan, bahwa fungsi jalan arteri primer tidak memperkenan/can adanya lalu lintas lokal, lalu lintas ulang alik dan kegiatan lokal yang menimbulkan gangguan terhadap lalu lintas jarak jauh dan tidak diperkenankannya lalu lintas lambat mengganggu lalu lintas cepa!. Kriteria tersebut khususnya pada ruas Jalan Sudirman Kola Ambarawa banyak terjadi penyimpangan¬penyimpangan, ruas jalan yang betfungsi sebagai jalan arteri primer tersebut tidak hanya melayani lalu lintas luar kota tetapi seluruh kegiatan terakumulasi pada ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat layanan Jalan Sudirman Kota Ambarawa sebagai fangs! jalan arteri primer, apakah pada ruas jalan tersebut masih betfiingsi sebagai jalan arteri primer ataukah perlu adanya penanganan/ solusi lokal agar kinerja pelayanan kapasitas ruas Jalan Sudirman tidak semakin menurun akibat interaksi guna Sian sisijalan yang tinggi. Melalui Survey lapangan. diperoleh jumlah kendaraan yang lewat pada ruas jalan tersebut = 24.449 kendaraan/hari, jumlah kendaraan pada jam puncak = 1.549 smp/jam dan waktu yang diperlukan untuk melewati !Mk konflik tersebut rata-rata = 25,67 km/jam. Data sekunder yang diperlukan adalah kandungan polutati udara pada suatu ruas jalan yang dikomparasikan dengan volume lalu lintas, sedang/can dalam menganalisis pengaruh rata guna /ahan di sepanjang koridor jalan tersebut yaitu dengan mensimulasikan kegiatan dan aktivitas kola dengan flings! dart jalan arteri primer. Pengamatan secara langsung lainnya adalah melalui wawancara dengan orang yang melakukan aktivitas pada ruas jalan tersebut dan melakukan dokumentasi lapangan untuk memperoleh data perilaku masyarakat yang berinteraksi langsung di ruas jalan tersebut. Berdasarlcan kepada data-data yang diperoleh dan landasan teori yang dipergunakan maka selanjutnya dilakukan kajian lerhadap masing-masing aspek Dart evaluaii yang dilakukan ditemukan pada ruas Jalan Sudirman Ambarawa bahwa tingkat pelayanan saat ini mencapai derajat kejenuhan = 0,84 (D); artinya kondisi jalan tersebut menghendaki anus tidak stabil dan kecepatan rendah (AASHO, 1973); Hal ini berdampak Biaya Operas! Kendaraan tinggi, mat ini nilai petnborosannya : Mobil Penumpang = Rp 6.713/km; Bus = Rp. 6351/km; Truk = Rp. 7.182/km; tingkat polusi udara CO, NO2, SO2 dan Partikulat mendekati tnutu udara ambien serta tingkat kebisingan diatas 70 dBA. Hal ini dikarenakan disamping volume lab' lintas yang terus meningkat juga besarnya gangguan camping diantaranya Pasar Projo dan sub-terminal yang langsung berinteraksi dengan jalan utatna, perilaku tnasyarakat yang tidak disiplin cuaupun PKL yang berada tidak pada tempatnya, akibat tidaktnampuan dart aturan tentang pemanfaatan lahan di badan jalan sepanjang koridor jalan tersebut. Dart kondisi tersebut clan kurangnya fasilitas di daerah pinggir kola, maka daerah perkotaan merupakan kawasan penarik pergerakan yang menyebabkan pergerakan penduduk ke wilayah perkotaan, sehingga menambah inlensilas pertnasalahan lalu lintas dikawasan pusat kola Untztk menjaga jriksi kegiatan kola sekecil mungkin agar efisiensi dan kompatabil etas kola terjaga diperlukan beberapa penanganan atau solusi lokal dalam jangka pendek yaitu : menyediakan fasilitas jembatan penyeberangan, Pelebaran jalan untuk menyediakan jalan lokal, Mengalihkan akses kegiatan Pasar Projo dan sub-terminal; dan jangka panjang yaitu dengan pembangunan jalan baru (jalan lingkar).

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:11289
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:24 May 2010 13:46
Last Modified:24 May 2010 13:46

Repository Staff Only: item control page