PEMANFAATAN RUANG TRANSISI KORIDOR JALAN JENDRAL SUDIRMAN SEMARANG DITINJAU DARI PERILAKU PENGGUNA

JUDOWIDJOJO , BAGUS HARJONO (2002) PEMANFAATAN RUANG TRANSISI KORIDOR JALAN JENDRAL SUDIRMAN SEMARANG DITINJAU DARI PERILAKU PENGGUNA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Jendral Sudirman street in Semarang is a Main Artery road which is a corridor to connect Tugu Muda area with Kali Banteng Round that develop rapidly. We can see it from a crowded activity along the corridor. This will cause, if we pass Jendral Sudirman street by vehicle, traffic jam that make us fell uncomfortable. The problem is the unapropriateness of attribute which is wanted during the activity along that corridor at Jendral Sudirman street with the existed property. One of vehicle driver attibute is to arrive at their destination rapidly and safely and get a good parking area for their vehicle. In fact, the area is not used optimally as public space that can be used by vehicle drivers. We called that unoptimal space as Transition Space, that is space between road edge/GSJ (Garis Sempadan Jalan) with GSMB (Garis Sempadan Jalan Bangunan). Behavior of vehicle drivers can be used as an effort to know attributes and properties at Jendral Sudirman street that are wanted by vehicle driver as street users. Behaviour approach prefer to use term setting than space. Component of "setting" covers : a) parking area as setting, b) vehicle driver as user, and c) attribute, that is quality of relation between "setting" and behaviour. Properties is character or quality of component. Behaviour approach uses Behaviour Mapping technique, by this technique can be gained an information about phenomenon, especially individual or group behaviour that relate to spatial system. There are two ways to do Behaviour Mapping, they are : 1) Place Centered Mapping, and 2) Person Centered Mapping. The data collection was done in two ways, they are field observation and interview. The conclusion from the research is: 1. Store owners lack of attention to provide parking area for their customers. 2. Transition space as a part of public space has not been used optimally as a public space. 3. Attributes and Properties that are wanted by vehicle driver : Attributes that are wanted by vehicle driver is sensory pleasant, accesibility, safety, and visibility. Attribute of sensory pleasant and accesiblity are the most wanted by vehicle driver. Properties which support attribute that is wanted by vehicle driuver are: they want to park easily, close to place they want to go, and not suffer from heat. Jalan Jendral Sudirman Semarang adalah jalan Arteri Primer berupa koridor yang menghubungkan kawasan Tugu Muda dengan Bundaran Kali Banteng yang berkembang dengan pesat, terlihat dengan ramainya aktivitas di sepanjang koridor jalan tersebut. Hal tersebut berakibat apabila lewat jalan Jendral Sudirman Semarang pengendara kendaraan bermotor merasa tidak nyaman karena sering terjadi kemacetan lalu lintas. Sehingga problem yang ada adalah kurang sesuainya atribut yang diinginkan dalam beraktivitas di sepanjang koridor jalan Jendral Sudirman Semarang dengan properti yang ada. Salah satu atribut pengendara kendaraan bermotor adalah dapat mencapai tempat tujuannya dengan mudah, cepat dan mendapat tempat parkir yang nyaman. Sedangkan situasi yang ada adalah kurang optimalnya lahan yang semestinya sebagai ruang publik dapat turut dimanfaatkan oleh pengendara kendaraan bermotor. Ruang yang kurang optimal itu tersebut kita sebut dengan Ruang Transisi, yaitu ruang antara tepi (bahu jalan)/GSJ (Garis Sempadan Jalan) dengan GSMB (Gads Sempadan Muka Bangunan). Salah satu usaha untuk mengetahui atribut dan properti pada jalan Jendral Sudirman yang diinginkan oleh pengendara kendaraan bermotor adalah melalui pendekatan perilaku pengendara kendaraan bermotor sebagai peengguna jalan. Pada pendekatan perilaku menggunakan istilah setting daripada ruang. Komponen setting meliputi : a) tempat parkir sebagai setting, b) pengendara kendaraan bermotor sebagai pengguna atau pemakai, dan c) atribut, yaitu kualitas hubungan antara setting dengan perilaku. Properti adalah karakter atau kualitas dari komponen. Pendekatan perilaku menggunakan teknik Behavioral Mapping, melalu teknik ini didapatkan suatu bentuk informasi mengenai sutu fenomena terutama perilaku individu/kelompok manusia yang terkait dengan sistim spasialnya. Ada dua cara melalcukan Behavioral Mapping, yaitu : 1) Place Centered Mapping dan 2) Person Centered Mapping. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu observasi di lapangan dan wawancara. Kesimpulan dari penelitian adalah : 1. Perhatian pemilik lahan toko/jasa sangat kurang terhadap penyediaan parkir bagi para pelanggannya. 2. Ruang transisi sebagai bagian dari ruang publik belum dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang publik. 3. Atribut dan Propertis yang diinginkan oleh pengendara kendaraan bermotor : - Atribut yang diinginkan pengendara kendaraan bermotor adalah kenyamanan sensory, aksesbilitas, keamanan, dan visibilitas. Atribut kenyamanan sensory dan aksesbilitas paling diminati pengendara kendaraan bermotor. - Propertis yang mendukung atribut yang diinginkan oleh pengendara kendaraan bermotor, yaitu dapat parkir dengan mudah dan dekat dengan tempat yang akan dituju serta tidak kepanasan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:11259
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:24 May 2010 12:05
Last Modified:24 May 2010 12:05

Repository Staff Only: item control page