STUDI KEBERLANJUTAN KOMUNITAS DALAM PENATAAN PEMUKIMAN KUMUH (Studi kasus: Rumah Susun Bandarharjo Kec Semarang Utara Kota Semarang)

PRATIWININGSIH, ENDANG (2003) STUDI KEBERLANJUTAN KOMUNITAS DALAM PENATAAN PEMUKIMAN KUMUH (Studi kasus: Rumah Susun Bandarharjo Kec Semarang Utara Kota Semarang). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3668Kb

Abstract

The population of Semarang City is increasing every years on 2002 about 1.350.005 person in naturaly and caused by urbanization and migration, it is makes the needs of facilities is increase. Because the urban facilites of Semarang City is limited espectally in the density area with the minimum lifes level, it is much built an uncomfortable and un arrangement settlement increase as a slum area, likes happened in Bandarhado village, and it's become a troble for Semarang City to provide a housing and settlement. With the limited and an expensive price for lands in the town, so promoted an idea to build a flat in that area, it is an efficient ways to hardle a slum area, because one field can hold a lot of peoples. In 1993 the Government of Semarang City partnership with the Cipta Karya to realization step I of a flatdevelopment and continues to environmental arrangement in 1995. Then in 1996 the Government of Semarang City partnership with " Perum Perumnas " (The General Company for National General Housing) to continue the program by 2 (two) flats development in step II in the same area. In the same year the Government of Semarang City, realising a policy on the regional regulation number in 1996 for the flat arrangement. To overcome for the slum area arrangement since it's built in 1993 and continues with environment arrangement in 1995, then in 1996 was built 2 (two) flats more. Because one flat is not enough to hold the residents of those area. In 1998 / 1999 the Government Semarang City pay attention through the JPS program ( Social savety network ) gives an aid capital to opening the work fields for the loose jobs. Caused by economic crysist and training programs. In the matter of fact the Govemment efforts both arrangement and run the prognim does not give much advantage. Shown by the condition below the economic weakness : the high for jobles + 30%, 20% without status, 15% seasonal workers, 20% pensionary, civil servants and privates Social and culture the limited of skill, unsavety condition, heterogenities, cohesion of society. Environment in fact the surveyor faces in the field the facilities with has been built especially on clear water and " NICK " (shower, wash, toilet) does not optimaly used lack of environmental management awareness it's proved by there is no garbager domestic management. Purpose and andvatages of investigation : To get a reality describes/ fenomena, a real condition about how far is the sustainable community in slum area arrangement and flat development exist in Bandarharjo village. And through the investigation is expected to get an usefull advantage as bellow : 1. As a consideration/ suggestion far the Government of Semarang City in to determine of policy for slum area arrangement and flat development plan in the future. 2. Investigation is expected to give some suggestion for scientific needs or the interest side to learn the similar fenomena espescally for the prat ice of sustainable community for the residents and society surround area. Location for investigation was done in flat area, Bandarharjo Village, the North of Semarang District, Semarang City. Investigation is to describes achievement for sustainable community in detail on settlement arangement by the flat development in Bandarharjo village used in descriptive is an accurate investigation to describe a social fenomena, it is not only to expose the data field but increasing concept and collecting the facts are investigating clearly. Approuch method is used : qualitative, it's purposed to find problem in scientifis and naturalistic to get the symptom fact and to known the thruth of the problems to the happening condition/ real case. The qualitative method has been used to describeing sustainable community of a zone, it's cover : Sustainable of physical enviroment, that's shown by condition of physical environment : water supply, represented by housing condition, family lavatory (MCK), waste water drainage and waste management. Sustainable Economy, emphasizing or community income increasing, job vacancy increasing. Sustainable social — culture of community, it's reflect on community education rate, community participation rate in development, community social connection rate and attention of community on development to carry togeter, build, manage and take care their housess and environment The collecting primary data in this research is interview based on real question. Key informan have been chosen by snow ball technique, so that expected be able to catch phenomenan in this research like complete research. The informen come from public figur : LKMD, community of story house complex and planner consultant The intances of Semarang Municipality Government are : DTKP, Bappeda, depth interviews with informal leaders and other intances that according to research, based on consideration that they absolutly know about uncovering the problems, planning, implementing of compensation and developing story hause complex and handling the rent. Secondary data were obtained through literature studies and some connected agencies. Data analysis will be done by qualitative analysis, the data founded data in the field, especially the result of interview and observation is developed on records and will be separated to the care theme of writing in sistimaticly. The result of investigation proved the existing of sustainable community of. the flat residents in Bandarharjo with increasing incomes ( economic society ) + 20%, increasing human resources + 30 %, social — cohetion society, partisipatory and society empowerment for the flat residents still on the 4 th (fourth) level to the eight level of society partisipatory by Arnstein (1969) it is " consultation " of hearing society, but it is not always used their suggestions so it is still need to empowerment and suplies society skill in the Bandarharjo flat, to achieve the society life level. Whice the phisical transformation in arrangement and management for environment is directed to change behavior and activities urban lifestyle also acceleration for falent and society potential to self improvement to the community. Pertambahan penduduk Kota Semarang setiap tahun setnakin meningkat path tahun 2002 sebanyak 1.350.005 jiwa penduduk bertambah 21 % dari tahun 2001, pertambahan ini disebabkan penduduk secara alami juga adanya urbanisasi sehingga kebutuhan masyarakat akan prasarana dan sarana akan seniakin meningkat. Karena terbatasnya prasarana dan sarana perkotaan Kota Semarang terutama di daerah yang berpenduduk padat dan taraf hidupnya rendah maka banyak didirikan rumah — rumah hunian seadanya dan tidak teratur di bantaran muara Kali Semarang sehingga menjadi kawasan permukiman kutnuh (slum area), seperti yang terjadi di Kelurahan Bandarharjo. Dengan keterbatasan tanah dan makin mahalnya harga tanah dalam kota, sehingga ada pemikiran dengan pembangunan Rumah Susun di kawasan tersebut, hal ini sangat efisien disamping juga untuk penanganan permukimankumuh, karena satu bidang tanah dapat ditempati banyak orang . Pada tahun 1993 Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan Cipta Karya merealisasikan pembangunan Rumah Susun Tahap I, dilanjutkal. dengan penataan lingkungan pada tahun 1995. Pada tahun 1996 Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan Perum Perumnas melanjutkan program ini dengan membangun 2 ( dua ) Rusun lagi Tahap II Pada tahun yang sama Pemerintah Kota Semarang, mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 1996 tentang pengelolaan Rumah Susun. Dalam upaya penataan permukiman kumuh di Bandarharjo telah cukup lama ditangani oleh Pemerintah Kota Semarang dengan pembangunan Rusun dan pembenahan prasarana lingkungan seperti perbaikan jalan lingkungan dan saluran limbah (drainase), air bersih , MCK, dll. Kemudian ada tahun 1998/ 1999 dengan adanya krisis moneter Pemerintah Kota Semarang memberi bantuan modal bagi yang kehilangan pekerjaan dalam bentuk Daring Pengaman Sosial (JPS). Program - program yang telah digulirkan oleh pemerintah sampai saat ini belum banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Bandarharjo, khususnya bagi masyarakat penghuni Rusun hal ini terlihat pada kondisi ekonomi masih letnah dengan : tingkat pengangguran yang tinggi + 30%, 20% status tidak jelas, 15 % tenaga kerja musiman. Fasilitas yang terbangun belum dimanfaatkan secara optimal, belum adanya kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan, contohnya : terlihat adanya sampah rumah tangga yang dibuang di sembarang tempat, jemuran yang tidak teratur, saluran limbah rumah tangga tidak lancar, berbau dan banyak sampah, dll. Adapun tujuan dan manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Untuk memperoleh gambaran/ fenomena secara nyata, faktual tentang sejauh mana keberlanjutan komunitas dalam penataan permukiman kumuh dengan pembangunan Rumah Susun di Kelurahan Bandarharjo. Komunitas menurut Koentjaraningrat ( 1990 : 148 ) adalah suatu kesatuan hidup manusia yang menempati suatu wilayah yang nyata dan berinteraksi menurut sistem adat istiadat serta terikat oleh suatu rasa identitas. Sedangkan manfaat penelitian, melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat diperoleh suatu manfaat yang berguna yaitu : 1. Sebagai bahan pertimbangan/ masukan Pemerintah Kota Semarang dalam penentuan kebijakan perencanaan penataan lingkungan permukiman kuinuh dengan pembangunan Rusun berikutnya. 2. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi kepentingan ilmiah atau pihak — pihak yang tertarik untuk mempelajari fenomena yang serupa, khususnya bagi lingkungan praktisi pembangunan yang berwawasan lingkungan agar tercipta keberlanjutan komunitas bagi para penghuninya dan masyarakat sekitarnya. Lokasi Penelitian adalah Rumah Susun Bandarharjo, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Dalam penelitian ini menggambarkan sejauh mana keberlanjutan komunitas dalam penataan permukiman kumuh dengan pembangunan Rumah Susun di Kelurahan Bandarhatjo Semarang. Dengan penelitian deskriptif dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang cermat terhadap fenomena sosial. Untuk menggambarkan adanya keberlanjutan komunitas dalam suatu kawasan digunakan pendekatan analisa kualitatif, meliputi : - keberlanjutan lingkungan fisik, hal ini diperlihatkan pada kondisi fisik linglcungan : penyediaan air bersih, jalan lingkungan, jamban keluarga / MCK, saluran limbah (drainase) dan pengelolaan sampah. - Keberlanjutan ekonomi, ditekankan pada peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan peluang lapangan kerja. - Keberlanjutan sosial — budaya masyarakat, yang tercermin dalam tingkat pendidikan masyarakat, tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, tingkat hubungan sosial masyarakat serta kepedulian masyarakat yang terlihat dalam pembangunan secara bergotong royong, membangun, mengelola dan memelihara rumah dan lingkungannya. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan berpedoman pada serangkaian pertanyaan . Pemilihan nara sumber/ informan kunci (key informan) yang akan diwawancarai melalui teknik snow ball, yang diharapkan dapat menangkap gejala yang diteliti sesuai dengan penelitian secara lengkap. Nara sumber diambil ciari tokoh masyarakat/ LKMD, pemuka masyarakat, para penghuni Rusun, dan Konsultan Perencana. Sedangkan Instansi terkait Pemerintah Kota Semarang meliputi : Kelurahan, Kecamatan, Dinas Tata Kota dan Pennukiman (DTKP), Bappeda dan instansi lain yang berkaitan dengan penelitian dengan dasar pertimbangan yang betul betul mengetahui proses dari penggalian permasalahan, perencanaan, pelaksanaan ganti rugi dan pembangunan rumah susun sampai penanganan sewa . Basil penelitian menunjukan ada keberlanjutan komunitas bagi penghuni Rumah Susun Bandarharjo dengan peningkatan sosial - ekonomi sebesar + 20 %, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pembekalan perbengkelan, pertukangan, sablon, perikanan (cam mengelola basil tangkapan ikan), salon kecantikan, menjahit bagi ibu — ibu rumah tangga baru sedikit ( 20 %) kontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat. Kohesi sosial — masyarakat seperti : pengajian, arisan, selapanan, mendatangi orang yang mempunyai kerja khitanan, perkawinan dan lainnya sudah baik. Bila dikaitkan dengan S (delapan) tingkat partisipasi masyarakat menurut Amstein (1969) masih dalam tingkatan ke-4 (empat) dalam taraf "konsUltasi" yaitu aktifitas untuk menyumbangkan gagasan, pemikiran maupun saran hanya untuk didengar akan tetapi gagasan serta saran tersebut tidak selalu dipakai untuk pengambilan keputusan. Sehingga masih perlu adanya pemberdayaan dan pembekalan ketrampilan masyarakat di Rusun Bandarharjo untuk tercapainya taraf hidup masyarakat dimana transformasi fisik dalam penataan dan pengelolaan lingkungan diarahkan untuk merubah perilaku dan aktifitas kehidupan urban serta mengakselerasi bakat dan potensi masyarakat untuk mengembangkan diri.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11215
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:24 May 2010 08:52
Last Modified:24 May 2010 08:52

Repository Staff Only: item control page