MODEL TRANSPORT KONTAMINAN SENYAWA BESI (II) DALAM TANAH ( STUDI KASUS PADA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAN DI DESA JATIREJO KECAMATAN NGAMPEL KABUPATEN KENDAL )

TOHA, MOH. (2003) MODEL TRANSPORT KONTAMINAN SENYAWA BESI (II) DALAM TANAH ( STUDI KASUS PADA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAN DI DESA JATIREJO KECAMATAN NGAMPEL KABUPATEN KENDAL ). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2004Kb

Abstract

One of the cause the happening of contamination of ground water is the existence of leachate coming from existence of scrapheap ( solid waste ). Location of TPA garbage which nearby village like TPA Garbage in Countryside of Jatirejo District Of Ngampel Sub-Province of Kgmlal, where some of its resident use water of well, this matter can give unfavourable health impact to society which living the in place. One of the content leachate which uppermost enough around the TPA is compound of Fe, where marking physically that is yellowish visible water. If compound of Fe2+ this follow to emit a stream of water which step into resident wells, hence will cause content of Fe2+ at well mount. Research with measuring well distance to source of water of lindi content and of Fe of the well water tested in laboratory, from here will be got a model degradation of concentration of Fe to distance. For this research the got is : Y=- 0,04625+ ( 7,68625 ) ( 0,27852 Where : x = well distance to dot offis source of lindi in m y = the level of concentration of Fe in mg /1 For prediction spreading of kontaminan in land needed by an approach which is ordinary to be applied that is by using theory of sorbsi-desorbsi and transport of contaminant in land. On that account needed an model, where simplest model is model one dimension able to be applied in columns attempt in laboratory and also in field. At reaction of sorpsi-desorpsi can take place by instantaneous which assumed to be reached after 120 kinetic reaction and hour which depend on time contact between land with contaminant Research with laboratory scale which consist of two bodywork, that is : • Batch experiment, to determine storey;level of sorpsi land to static Fe2+ in a condition • Column experiment, to determine coefficient of dispersi land hidrodinamis and storey;level of sorpsi land:ground to dynamic Fe in a condition Soil Sampel taken away from soil residing in around wells becoming research object, then research of antecedent to know the nature of physics characteristic and soil chemistry. At this research used is thick of soil in columns 10 cm Of batch experiment and also from column experiment of sorpsi soil around TPA Jatirejo mount absorbtion of soil for column as thick as 10 mean cm equal to 21,69 %. As for got model is batch eksperiment shall be as follows : a For balance isotherm of ferro sorpsi x/m = 81,208 C 0,6812 b. For balance isotherm of kinetic sorpsi of ferro C = Co ("4' While got model of experiment of continyu ( column ) shall be as follows b. For = 5 mg/I and flow rate 30 ml/dayi co 0,32y0 " ' 877 10-9 M C 0 • °' =1+e C b. For Co =10 mg/1 and flow rate 50 ml/day Co, (1,193.10-9.A r-co.v) — = r+ e a C c. For Co = 5 mg/1 and flow rate 50 ml/day Co 0,7%(4,021.10-w.o-co.v) — = e C d. For Co = 10 mg/I and flow rate 30 ml/dayiCo 0,3oy ,(1,544.10-9.M-Co.11 — =1+e C curve of Breaktrough from result of column experiment of sorpsi not many deviation so that can be said that by] model of sorpsi and of transport can be applied Salah satu sebab terjadinya pencemaran air tanah adalah adanya lindian (leachate) yang berasal dari adanya tumpukan sampah ( limbah padat ). Penempatan TPA sampah yang berdekatan dengan kampung seperti pada TPA Sampah di Desa Jatirejo Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, dimana sebagian penduduknya menggunakan air dari sumur, hal ini dapat memberikan dampak kesehatan yang kurang baik bagi masyarakat yang bermukim di tempo( tersebut. Salah satu kandungan air lindi yang cukup menonjol di sekitar TPA tersebut adalah senyawa Fe, dimana tanda-tanda secara fisik yaitu air tampak kekuning¬kuningan. Bila senyawa Fe' ini ikut mengalir pada air yang masuk ke sumur¬sumur penduduk, maka akan menyebabkan kandungan Fe" pada sumur meningkat. Penelitian dilakukan dengan mengukur jarak sumur terhadap sumber air lindi dan kandungan Fe dari air sumur tersebut, diuji di laboraiorium, dari sinilah akan didapat suatu model penurunan konsentrasi Fe terhadap jarak. Unatk penelitian ini mode lapangan yang didapat adalah : Y = - 0,04625 + ( 7,68625 ) ( 0,27852 Dimana : x = jarak sumur terhadap titik sumber lindi y = adalah besarnya konsentrasi Fe dalam mg/l. Untuk memprediksi laju penyebaran kontaminan dalam tanah diperlukan suatu pendekatan yang biasa diterapkan yaitu dengan menggunakan teori sorpsi¬desorpsi dan transport kontaminan dalam tanah. Oleh sebab itu diperlukan suatu model, dimana model yang paling sederhana adalah model satu dimensi yang dapat diterapkan dalam kolom percobaan di lab oratoriurn maupun di lapangan. Pada reaksi sorpsi-desorpsi dapat berlangsung secara instantaneous yang diasumsikan tercapai setelah 120 jam dan reaksi kinetik yang tergantung pada waktu kontak antara tanah dengan kontaminan Penelitian dilakukan dengan skala laboratorium yang terdiri dari duct bagian utama, yaitu : Eksperimen batch, untuk menentukan tingkat sorpsi tanah terhadap Fe dalam kondisi statis. Eksperimen kolom, untuk menentukan koefisien dispersi hidrodinamis tanah dan tingkat sorpsi tanah terhadap Fe dalam kondisi dinamis. Sampel tanah diambil dari tanah yang berada di sekitar sumur-sumur yang menjadi obyek penelitian, kemudian dilakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui sifat-sifat karakteristik fisika dan kimia tanah. Pada penelitian ini digunakan tebal tanah dalam kolom 10 cm. Dari eksperimen batch maupun dari eksperimen kolom sorpsi tanah di sekitar TPA Jatirejo tingkat penyerapan tanah untuk kolom setebal 10 cm rata-rata sebesar 21,69 %.Adapun model yang didapat darieksperimen batch adalah sebagai berikut : a. Untuk isoterm kesetimbangan sorpsi ferro x/m = 81,208 C 0,6812 b. Untuk isoterm kesetimbangan sorpsi kinetik ferro C = Co e,04t Sedangkan model yang didapat dari eksperimen kontinyu ( kolom ) adalah sebagai berikut : a Untuk Co = 5 mg/I dan laju limpasan 30 nil/hare CO °,32y0,877.to-9.m-co.v) = 1 e C b. Untuk Co =10 mg/1 dan laju limpasan 50 nil/had Co O,11 — = 1+ e C c. Untuk Co = 5 mg/1 dan laju limpasan 50 ml/hard Co 0,77%(4,021.10-1°.51-Co.11 1 e C d. Untuk Co = 10 mg/I dan laju limpasan 30 ml/hari CO 0,30y ^(1,544.10-9.M-Co.V) — = 1 e C Kurva breaktrough dari hasil eksperimen kolom sorpsi tidak banyak penyimpangan sehingga dapat dikatakan bahwa model sorpsi dan transport dapat diterapkan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:11214
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:24 May 2010 08:34
Last Modified:24 May 2010 08:34

Repository Staff Only: item control page