DAMPAK KEBIJAKAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN SEKTORAL APBD DI PROVINSI jAWA. TENGAH TERHADAP OUTPUT DAN KESEMPATAN KERJA SEKTORAL (Pendekatan Model Analisis Input-Output)

Boedijanto, Arid (2003) DAMPAK KEBIJAKAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN SEKTORAL APBD DI PROVINSI jAWA. TENGAH TERHADAP OUTPUT DAN KESEMPATAN KERJA SEKTORAL (Pendekatan Model Analisis Input-Output). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

This research aimed at analyzing the impact of the Central Java budget for sektor development in the 2000 fiscal year on the additional outputs and its influence to the sectoral employment opportunities. The analysis includes the regional budgets at regency levels selected within Central Java province at the same fiscal year of 2000. The other purpose of these research is to identify economics sectors that could the efforts for regional economic development; for creating working opportunity; as well as for linkages of economic inter-sectors. The data analysis is based on Central Java Input-Output Table of year 2000 that has been aggregated into 25 economic sectors. 25 out from 85 aggregated economic sectors of Central Java Input-Output Table of year 2000 is analyzed by Leontief inverse matrix. The analysis makes use of 3 (three) analysis approaches: Firstly, Final Demand Approach, consisting of (1) additional output analysis, (2) Employment Opportunity Creation analysis. Secondly, Multiplier Analysis, covering (1) Output Multiplier Analysis and (2) Employment Multiplier Analysis. Finally, Inter-sektor Linkages Analysis, comprising (1) Forward Linkages Analysis and (2) Backward Linkages Analysis. The finding of the study suggest that (1) economic sectors that have highly forward and backward sektor linkages Food, beverage and tobacco sector, Textile, leather goods and footwear sector, Fertilizer chemical and rubber goods sektor, Base metal, iron and steel sector, and Transportation sector. Developing strategies for these sectors would be able to increase primary sectors in Central Java as their input. On the other hand, economic sector giving a high multiplier rate, both for the output and employments opportunity is Contraction sector. The increasi in development budget of this sector would have an impact on the optimal increase in outputs as well as in employment absorption. (2) Analysis to the additional total outputs suggests that the allocation of sector development expenditure in Central Java regional budget for fiscal year 2000 at regency level tended to give better additional development fund allocation to the regencies and cities in Central Java at the period of 2000 give a positive impact on the Central Java additional total outputs. Input-Output Analysis in this study has been simulated to 2 regencies, i.e Brebes and Rembang by making use of Central Jawa Input-Output Tabel year 2000 for getting the figure of technology coefficient whereas utilizing data of the 2000 population census for providing the labor coefficient. Unfortunately, the findings were little of representative. Accordingly, in order to effectively reflect the real condition, it is needed the availability of technology and labor coefficients calculated from Input-Output Table and Population Census at regency level. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan anggaran belanja pembangunan sektoral APBD di Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2000 terhadap tambahan output dan kesempatan kerja sektoral yang ditimbulkannya, serta mencoba mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah; penciptaan kesempatan kerja; dan keterkaitan intersektoral perekonomian berdasarkan Tabel Input-Output (1-0) Jawa Tengah Tahun 2000 yang telah diagregasi menjadi 25 sektor ekonomi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Leontief inverse matrik dari Tabel 1-0 Jawa Tengah Tahun 2000 klasifikasi 85 sektor diagregasi menjadi 25 sektor ekonomi, dengan 3 (tiga) pendekatan analisis, yaitu pertama, pendekatan permintaan akhir, meliputi : (1) Analisis tambahan output; (2) Analisis penciptaan kesempatan kerja. Pendekatan kedua, adalah analisis pengganda yang meliputi : (1) Analisis Pengganda Keluaran/output, dan (2) Analisis Pengganda Kesempatan kerja. Pendekatan ketiga, adalah analisis lcaitan intersektoral meliputi : (1) Analisis keterkaitan ke depan dan (2) Analisis keterkaitan ke belakang. Hasil agregasi Tabel I-0 Jawa Tengah Tahun 2000 menjadi 25 sektor ekonomi, menunjukkan bahwa sektor-sektor ekonomi yang mempunyai keterkaitan sektoral ke depan dan ke belakang yang tinggi adalah sektor Makanan, minuman dan tembakau, sektor Tekstil, barang kulit dan alas kaki, sektor Pupuk, kimia dan barang dari karet, sektor Logam dasar, besi dan baja, dan sektor Pengangkutan. Strategi pengembangan sektor-sektor ini akan mampu meningkatkan sektor-sektor primer di Jawa Tengah sebagai input-nya. Sedangkan sektor ekonomi yang memberikan angka pengganda yang tinggi, baik terhadap pengganda output maupun kesempatan kerja adalah Sektor Bangunan. Peningkatan anggaran pembangunan di sektor ini akan berdampak pada peningkatan output dan penyerapan tenaga kerja yang optimal. Hasil penelitian terhadap tambahan output total menunjukkan bahwa, pengalokasian anggaran pembangunan sektoral pada APBD di Jawa Tengah TA. 2000 memberikan nilai tambahan output total yang cenderung lebih balk dibandingkan pengalokasian pengeluaran pembangunan sektoral pada APBD Provinsi Jawa Tengah TA. 2000. Hal ini menunjukkan bahwa temyata penambahan pengalokasian anggaran pembangunan sektoral APBD Kabupaten/Kota se Jawa Tengah pada Tahun Anggaran 2000 berdampak positif terhadap tambahan output total Provinsi Jawa Tengah. Analisis Input-Output pada penelitian ini telah dicoba disimulasikan terhadap 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes dan Rembang, dengan masih menggunakan Tabel Input-Output Jawa Tengah Tahun 2000 dan data Sensus Penduduk Jawa Tengah Tahun 2000 untuk mendapatIcan data koefisien teknologi, dan data koefisien tenaga kerja-nya; sehingga hasil yang didiperoleh belum dapat sepenuhnya representative. Untuk lebih dapat mencerminkan keadaan yang seobyektif mungkin, maka perlu adanya data-data koefisien teknologi dan koefisien tenaga kerja yang dihitung berdasarkan Tabel Input-Output dan Sensus Penduduk dari kabupaten yang bersangkutan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Economics and Development Studies
ID Code:11203
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 May 2010 14:00
Last Modified:21 May 2010 14:00

Repository Staff Only: item control page