PENAKSIRAN NILAI WAKTU UNTUK PENUMPANG KENDARAAN PRIBADI DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus Jalan Majapahit — Jalan Simpang Lima)

Winaryo, Dwianto Eko (2002) PENAKSIRAN NILAI WAKTU UNTUK PENUMPANG KENDARAAN PRIBADI DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus Jalan Majapahit — Jalan Simpang Lima). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2968Kb

Abstract

Travel time value is a factor in predicting advantage for road user. Travel time value become an important aspect from the advantage of transportation project research in the economic consideration. Passenger time value is an important component in transportation cost or vehicle operation cost that is needed, such as, when evaluating the investment of new road. In this case if a new road can reduce travel time, so the important part of economic advantage from the investment is time saving for passenger. The topic in this research is travel time value for private vehicle user. The main reason to effort price in travel time is to make possible the calculation of travel time value. A way to calculate travel time value is by evaluating it as a result from the wasting oppurtunity if it way used to produce something as a result of the need for traveling. From many methods that can be used to determine travel time value mode choice approach method with stated preference technic to collect data is a good method to determine time value that based on using new mode as a second choice. From the primary data survey result with envolving 300 respondents indicated the data result that consistent were 204 respondents and the others was not consistent to their answers. It shows that one of difficulty from stated preference technic is to give the clear explanation about the scene that offer to respondents. Travel time value analysis result using mode choice approach method was Rp.5,940.-/hour/man for Majapahit Street - Simpang Lima Street corridor, on the other hand using income approach method was Rp.2,352.- /hour/man for Semarang City. Private transport user with higher group income is more sensitive to the travel time difference, which shows that they more appreciate the time, and for lower group income is more sensitive to the travel cost difference, which shows that this group is more appreciate the cost. Time value increased proportionally compare with income variable, it shows that time value is connected with income of respondent. Time value result was different for each group of income, in order they were Rp. 4.870,- , Rp. 5.220,- and Rp. 6.131,- / hour / passenger. Nilai waktu perjalanan adalah suatu faktor dalam penaksiran keuntungan bagi pengguna jalan. Nilai waktu perjalanan menjadi bagian yang penting dari keuntungan dalam pengkajian suatu proyek transportasi dalam hal pertimbangan ekonomis. Nilai waktu penumpang adalah suatu komponen penting pada biaya transportasi atau operasi kendaraan yang dibutuhkan, misalnya, ketika mengevalusi suatu investasi jalan barn. Pada kasus ini jika suatu jalan bare diharapkan menurunkan waktu perjalanan, maka bagian yang penting dari keuntungan ekonomis dari investasi jalan adalah penghematan waktu bagi penumpang. Topik penelitian dari tesis ini adalah nilai waktu perjalanan untuk pemakai kendaraan pribadi. Alasan utama untuk mengusahakan penilaian uang pada waktu perjalanan dengan kendaraan pribadi adalah untuk memungkinkan penghitungan nilai waktu perjalanan. Suatu cara untuk menghitung nilai waktu perjalanan adalah dengan menilainya sebagai hasil dari kesempatan yang terbuang apabila digunakan untuk menghasilkan sesuatu akibat keperluan melakukan perjalanan. Dari bermacam-macam metoda yang dapat digunakan untuk menentukan nilai waktu perjalanan metoda Mode Choice Approach dengan survai data dengan stated preference adalah baik untuk digunakan dalam menentukan nilai waktu yang mendasarkan pada penggunaan moda barn sebagai pilihan kedua. Dari hasil survai data primer dengan melibatkan sebanyak 300 responden didapatkan hasil data yang konsisten sejumlah 204, yang lainnya tidak konsisten. Ini menunjukkan bahwa salah satu kesulitan dari metoda stated preference yaitu untuk memberikan gambaran yang jelas tentang skenario yang ditawarkan kepada responden. Hasil analisa nilai waktu perjalanan dengan menggunakan metoda Mode Choice Approach adalah Rp. 5.940,- /jam/orang untuk koridor Jalan Majapahit — Jalan Simpang Lima, sedangkan dengan menggunakan metoda Income Approach adalah Rp.2.352,- /jam/orang untuk Kota Semarang. Pengendara kendaraan pribadi dengan kelompok pendapatan yang lebih besar ternyata lebih sensitif terhadap perbedaan waktu perjalanan, yang menunjukkan bahwa kelompok tersebut lebih menghargai waktu. Sedangkan untuk kelompok pendapatan yang lebih kecil ternyata lebih sensitif terhadap perbedaan biaya perjalanan, yang menunjukkan bahwa kelompok tersebut lebih menghargai biaya. Nilai waktu bertambah secara proposional dengan pendapatan, hal ini menunjukkan bahwa nilai waktu berhubungan dengan pendapatan responden. Nilai waktu yang didapat berbeda untuk masing-masing kelompok pendapatan yaitu secara berurutan Rp. 4.870,-- , Rp. 5.220,- dan Rp. 6.131,- / jam /penumpang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Civil Engineering
ID Code:11200
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 May 2010 13:40
Last Modified:21 May 2010 13:40

Repository Staff Only: item control page