PENYIMPANGAN SISTEM PEWARISAN YANG TERJADI PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT SEMENDO PULAU BERINGIN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU PROPINSI SUMATERA SELATAN

GUSPITAWATY, ELITA (2002) PENYIMPANGAN SISTEM PEWARISAN YANG TERJADI PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT SEMENDO PULAU BERINGIN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU PROPINSI SUMATERA SELATAN. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3973Kb

Abstract

The Indonesian Nation is a nation that has various culture and custom of language ethnic group, and the population live spread in the islands. Eventhough different, they are remain one nation, "Bhineka Tunggal this research is purposed to know why there be the deviation of inheritance system which occur in the society of Semendo custom, Ogan Komering Ulu, the provincy of South Sulawesi.This research has deskriptive characterized that explain event which happen clearly and certainly because of the quarrel between the heir and the heirs, also the disagree marriage by parents, and the unrespect son or daughter in law to their mother in law. There are 3 kinds of marriage system in the Indonesian custom society: 1. The Paterilineal system that found in Batak, Irian Jaya, Kalimantan, Ambon. The oldest son as an heir, his wife enters his clan. The wifes family relationship to her mother becomes broke on off. This marriage system used Jujur System. The husband side gives amount of money to the wife side. 2. The Materilineal system, that means the daugther as the individual and collective heir. This system found in Minangkabau. The husband side lives in his wife's house as assistant and taking care of his wife wealth. This system follows exogamy system. 3. The Parental Marriage systems, where husband and wife are free to live wherever they like to, and have the same right about their wealth. Also the children have the same right too about their parent's legacy. This system t'.,und in Java. In the deviation of inheritance system that occur in Semendo society custom, after the deviation of this system, constantly used Mayorat inheritance system of the oldest daughter or the only one daughter in the family of Semendo society costum. The function of Tunggu Tubang is as someone who's most responsible about the family, means that the daughter who's becoming Tunggu Tubang in the Semendo society coustom must fill the needs of her family, replacing the parents. She must send her relatives to school until they grow up and able to live their life. By the time they get married, the responsibilities are over. The position of legacy which become deviation after the inheritance, remain to be in the hand of the son who's receiving the deviation and now this has been inherited by the oldest daughter because the son who's receiving it has pass away. Barbangsa Indonesia adalah bangsa yang mempunyai kebudaynan adat istiadat yang beraneka ragam suku bahasa dan penduduknya hidup tersebar dikepulauan- kepulauan namun walaupun berbeda tetap satu ke Inclonesiannya yaitu Bhenika Tunggal Eka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa sampai terjadi penyimpangan,sistem pewarisan yang terjadi didalam masyarakat adat Semendo, Ogan Komering Ulu propinsi Sumatera Selatan. Penelitian ml bersifat Deskriftif yang mengambarkan peristiwa yang terjadi dengan jelas dan pasti karena, perselisihan pewaris dengan ahli waris juga perkawinar yang ti.Malc disetujui oleb orang tuanya sena tidak hormatnya menantu terhadap ibu mertuanya. Sistem perkawinan pada masyaralcat adat di Indonesia ada 3 macam yaitu : 1. sistem.kekerabatan paterilinial terdapat didaerah Batak, Irianjaya, kalimantan dan Ambon anak laki-lalci tertua adalah sebagtai pewaris, isterinya masuk calan suaminya hubungan kekerabatannya terhadap ibunya menjadi putus sistem petkawinan ini memakai sistem jujur pihak memberikan sejumlah uang untuk kepada -pihak isterinya. 2. sistem Materilinial dimana anak perempuan adalah sebagai pewaris yang individual dan kolektif ini terdapat di Minangkabau clan semendo suami wanita semendo tinggal dintmah isterinya sebagai pembantu dan pengurus hart° kekayaan isterinya, sistem perkawinan ini menganut sistem eksogami. 3. Sistem perkawinan Parental dimana suami dan isteri bebas untuk tinggal diman ia suka dan terhadap harta mereka mempunyai hak yang sama, demikian pula terhadap liana warisannya anak laki-laki dan perempuan mempunyai halc pewarisan yang sama, perkawinan sistem kekerabatan parental ini terdapat di jawa. Didalam penyimpangan sistem pewarisan yang terjadi pada masyaralcat adat semendo , setelah terjadi penyimpangan sistem pewarisannya tetap rhemalcai sistem pewaisan Mayorat anak perempuan tertua atau anak perempuan satu- satunya didalam keluarga masyarakat adat semendo. Fungsi daripada tunngu tubang adalah sebagai tuiang punggung keluarga maksudnya anak perempuan yang meniadi tunggu tubang didalam masyarakat adat semendo, ia hams memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan saudara- saudaranya didalam kehidupan sehari-hari sebagi pengganti orang tua jadi ia berkewajiban untuk menyekolalikan, . suclara-sandaranya hingga dewasa clan bisa mandiri, sampai ia menikah adalah menjadi tanggung jawabnya seorang tunggu • tubang. Kedudukan liana warisan yang menjadi penyimpangan setelah pewarisn tetap berada ditanggan anak laki-laki yang menerima penyimpangan dan sekarang telaft diwarisi oleh analc perempuan tertuanya karena ialci-laki yang menerima harta penyimpangan pewarisan telah meninggal dunia.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:11169
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 May 2010 11:27
Last Modified:21 May 2010 11:27

Repository Staff Only: item control page