PERJANJIAN KEMITRAAN DENGAN POLA INTI PLASMA PADA PETERNAK AYAM POTONG/BROILER DI PEMIERINTAH KABUPATEN GROBOGAN JAWA TENGAH

DEWANTO, AGUS ADI (2005) PERJANJIAN KEMITRAAN DENGAN POLA INTI PLASMA PADA PETERNAK AYAM POTONG/BROILER DI PEMIERINTAH KABUPATEN GROBOGAN JAWA TENGAH. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2216Kb

Abstract

Partner pattern of core of plasma at crosscut poultry effort/broler in Sub Province of Grobogan, is one of the effort economic expansion of convergent nationality at sector of business agro. With this partner pattern of beneficial breeder of capital facet, while company of beneficial by core because diffraction market result of production in the form of medium produce ranch. Problems which often happened is the existence of company of less holding responsible core at breeder of the plasma, this matter was caused position imbalance bargain between plasma and core at agreement agreed on. On the side of core of with stronger background, either form capital, human resources and management determines all agreement content, while breeder of plasma only just accepting. Writing of this thesis aim to know clearly how to domicile and contractual terms between breeder of plasma and company of core, also to know how far agreement of partner that happened can give protection of law for breeder. Pursuant to result interview writer with responder hence known that breeder of plasma which in Sub Province of Grobogan also have weak position moment accept agreement of partner which on the market by company of core. This condition cause breeder of plasma often account all risk and agreement of partner pattern shall no longer profit While role of local government still very less to protect importance of breeder of plasma, as a result breeder can not claim if company of core break a promise. In Sub Province of Grobogan till now there is five PT executing partner with pattern of core of plasma, that is : PT. Gema Usaha Ternalc, PT. Mitra Makmur Sejahtera, PT. Surya Mitra Utama, PT. BMS (Bambbo Mitra Sejati) and PT. Sierad Produce. Form fifth of them only PT. Gema Usaha Ternak and PT. Mitra Makmur Sejahtera which often give construction at farmer of the plasma. Besides both the PT. Nor oblige the breeder of plasma of changing production cost in the event of failure of corp. In general at normal condition, agreement of partner with patterns of core of this plasma each other profiting both parties. There fore to improve productivity breeder of plasma which in Sub Province Grobogan, require to presumably local government make by law peripheral arranging company of core which wish to have investment, thereby breeder of plasma will have stronger position moment make agreement with company of core. Pola kemitraan inti plasma pada usaha peternakan ayam potong/broiler di kabupaten Grobogan, merupakan salah satu usaha pengembangan ekonomi keralcyaan yang bertumpu pada sektor agribisnis. Dengan pola kemitraan ini peternak diuntungkan dari segi permodalan, sedangkan perusahaan inti diuntungkan karena bisa memasarkan hasil produksi berupa sarana produksi petemakan. Permasalahan yang sering terjadi adalah adanya perusahaan inti yang kurang bertanggung jawab pada peternak plasmanya, hal ini disebabkan ketidakseimbangngan posisi tawar antara inti dan plasma pada perjanjian yang disepakati. Pihalc inti dengan latar belakang yang lebih kuat, baik dari modal, SDM maupun manajemen menentukan seluruh isi perjanjian, sedangkan peternak plasma hanya menerima saj a. Penulisan tesis ini bertujuan mengetahui secara jelas bagaimana kedudukan dan hubungan hulcum antara paternal( plasma dan perusahaan inti, juga untuk mengetahui sejauh mana perjanjian kemitraan yang terjadi dapat memberikan perlindungan hukum bagi petemalc. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan responden maka diketahui, bahwa petemalc plasma yang ada di Kabupaten Grobogan juga mempunyai posisi yang lemah saat menerima petjanjian kemitraan yang ditawarkan olah perusahaan inti. Kondisi ini menyebabkan petemak plasma sering menanggung seluruh resiko dad perjanjian pola kemitraan, di satu sisi perusahaan inti bisa dengan mudah membatalkan perjanjian secara sepihak apabila dirasakan pola kemitraan tersebut tidak lagi menguntungkan. Sedangkan peran pemerintah daerah sendiri masih sangat kurang untuk melindungi kepentingan peternak plasma, sebagai alcibatnya peternak tidak bisa menuntut apabila perusahaan inti ingkar janji. Di Kabupaten Grobogan samapai saat ini ada 5 PT yang melaksanakan kemitraan dengan pola inti plasma, yaitu: PT. Gema Usaha Ternak, PT. Mitra Makmur Sejahtera, PT. Surya Mitra Utama, PT. BMS (Bamboo Mitra Sejati) dan PT. Sierad Produce. Dad ke-lima PT tersebut hanya PT Gema Usaha Ternak dan PT. Mitra Makmur Sejahtera yang sering memberikan pembinaan pada petani plasmanya. Selain itu ke-dua PT tersebut juga tidal( mengharuskan petemak plasmanya mengganti biaya produksi apabila terjadi kegagalan panen. Secara umum pada kondisi normal, perjanjian kemitraan dengan pola inti plasma ini saling menguntungkan kedua belah pihak. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas peternak plasma yang ada di Kabupaten Grobogan, perlu kiranya pemerintah daerah membuat perangkat peratuan daerah yang mengatur perusahaan inti yang ingin berinvestasi, dengan demikian peternalc plasma alcan mempunyai posisi yang lebih lcuat saat membuat perjanjian dengan perusahaan intl.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:11104
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 May 2010 09:13
Last Modified:21 May 2010 09:13

Repository Staff Only: item control page