PERANAN KERAPATAN ADAT NAGARI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT (Studi Kasus Sengketa antara Kaum Nagari Kuncir dengan Masyarakat Nagari Aripan Kabupaten Solok Propinsi Sumatera Barat)

HARISMAN,, HARISMAN, (2004) PERANAN KERAPATAN ADAT NAGARI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT (Studi Kasus Sengketa antara Kaum Nagari Kuncir dengan Masyarakat Nagari Aripan Kabupaten Solok Propinsi Sumatera Barat). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2066Kb

Abstract

At present in West Sumatera province there have been Ulayat land disputes. The disputes are due to the legal land borders in-clarity. One of the cases was the dispute of the Ulayat land of Dt. Rajo Lelo Nagari Kuncir clan against Nagari Aripan society. There had been destruction and burning toward houses and orchards of Nagari Kuncir people on Tuesday, 28 of March 2000 at 08.30 a.m. (Western Indonesian Time) by Nagari Aripan people since they assumed that the disputed land is theirs. To determine problem on main motif caused t-rlayut land dispute between Dt. Rajo Lelo Nagari Kuncir clan and Nagari Aripan people, and influence, and the Nagari custom discussion in deciding the problem, the writer used juridical- empirical approach by collecting either or secondary primary data and law materials, field research by interview, and data analysis technique was conducted qualitatively. The dispute happened due to the legal land borders in-clarity and due to in-competency of mamak kepala waris (beneficiary-in-chief) in his clan and due to malfunction of lembaga Kepalan Adat Nagari (Nagari Custom Brotherhood Board). This could be viewed in action done by Nagari Aripan people that caused loss toward Nagari Kuncir people that was not based on traditional discussion to gain peaceful agreement. Solving on the ulayat land dispute of Dt. Rajo t,elo Nagari Kuncir and Nagari Aripan people done by Kerapatarn Adat Nagari (Adat Nagari Brotherhood) did not result in any important agreement though each nuguri had held internal meeting. Final decision was gained in meeting in House of Representative of Solok regency attended by representatives of the both nagari play rule in Kerapatarn Adat Nagari, Muspida (mlmicipal authority) of Solok regency and head of House of Representative. The result was each party accepted the agreement. Dewasa ini di Propinsi Sumatera Barat sering terjadi sengketa tanah ulayat. Sengketa itu dilatar belakangi oleh kurang jelasnya baths sepadan tanah ulayat tersebut. Salah satu kasus yang terjadi sehubungan tanah ulayat adalah sengketa tanah ulayat kaum Dt. Rajo Lelo Nagari Kuncir dengan masyarakat Nagari Aripan. Dimana telah terjadi suatu peristiwa pembakaran ,pengrusakan rumah dan kebun waga Nagari Kuncir yang terjadi pada hari selasa tanggal 28 Maret 2000 pukul 08:30 WIB oleh warga Nagari Aripan dengan cara melakukan penyerbuan dan tindakan brutal, karena masyarakat Nagari Aripan mengangap bahwa tanah yang menjadi objek sengketa tersebut adalah milik masyarakat Nagari Aripan. Untuk menjawab permasaalahan tentang penyebab utama yang menimbulkan senketa tanah ulayat antara kaum Dt. Rajolelo Nagari Kuncir dengan masyarakat Nagari Aripan dan peranan serta cara Kerapatan Adat Nagari menyelesaikan sengketa tanah tersebut. Maka dalam penelitian ini penulis menggunakn pendekatan yuridis empiris, yakni dengan pengumpulan data dan bahan-bahan hukum primer, sekunder serta studi lapangan melalui pengamatan wawancara, serta teknik analisa datanya dilakukan secara walitatif. Sehubungan dengan sengketa tanah ulayat antara kaum Dt. Rajo Lelo Nagari Kuncir dengan masyarakat Nagari Aripan, senketa ini terjadi karena kurang jelasnya batas sepadan tanah ulayat tersebut dan tidak berperannya mamak kepala waris dalam kaumnya serta tidak berfungsinya Lembaga Kerapatan Adat Nagari. Hal ini dapat dilihat dalam tindakan masyarakat Nagari Aripan yang dapat merugikan masyarakat Nagari Kuncir karena tampa mengadakan suatu musyawarah untuk menempuh upaya perdamaian tampa ada kekerasan. Penyelesaian sengketa tanah ulayat yang terjadi antara kaum Dt. Rajo Lelo Nagari Kuncir dengan masyarakat Nagari Aripan oleh Kerapatan Adat Nagari, dimana masing-masing nagari melakukan musyawarah namun tidak ada suatu kesepakatan yang diinginkan oleh masing-masing Kerapatan Adat Nagari. Keputusan akhir penyyelesaian sengketa tersebut diperoleh dalam musyawarah digedung DPRD Kanbupaten Solok yang dihadiri oleh wakil kedua pengurus Kerapatan Adat Nagari, Muspida Kabupaten Solok dan pimpinan DPRD yang mana masing-masing pihak dapat menerima keputusan musyawarah tersebut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:11068
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:20 May 2010 17:04
Last Modified:20 May 2010 17:05

Repository Staff Only: item control page