AKIBAT HUKUM OPERASI UBAH KELAMIN DARI LAKI-LAKI MENJADI PEREMPUAN TERHADAP HUKUM KEKELUARGAAN DAN WARIS ADAT DALAM MASYARAKAT HUKUM ADAT BALI ( Studi Kasus di Kabupaten Buleleng — Bali )

Darmayanti, Luh Putu (2004) AKIBAT HUKUM OPERASI UBAH KELAMIN DARI LAKI-LAKI MENJADI PEREMPUAN TERHADAP HUKUM KEKELUARGAAN DAN WARIS ADAT DALAM MASYARAKAT HUKUM ADAT BALI ( Studi Kasus di Kabupaten Buleleng — Bali ). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

In Buleleng, Bah, there was a case of male-to-female sex change. The sex change surgery proceeded on Chollada Clinic, Bangkok and the ---- of Singaraja, Bali, has declared the new sexual status of her. The cases of sex change from male to female was very much happened. Men changed his natural physical sexual organs into woman's organs because of several reasons. It can be because of his sexual orientation or for practical purposes. This case becomes interesting because this happens in Bali, the place where the people have a very tight relation to their culture with their patrilineal family systems. It is important to know the rights of the "male- to-female sex change" doer on her family system. Will she be admitted as a woman on her family system and what about the rights of inheritance? This is a juridical - empiry research which focuses on the law present in the community. The objective of research is tod etemine the legal consequences the transpire from amle-to-female sex change sergery concerning the right of legacy to particular transsexual in the customary law of Bali, especially in cases that have taken places in Buleleng Regency, Bali Provinces. The research subject consist of 1 person who underwent a sex-change operation and 4 people who were known to be relatives to the person undergiong male-to-female sex change. Primary and secondary data were collected through library and field research with the aplication of data collecting instruments for library study and interview instructions. The result of this research shows that when a ritual has been carded out according to the customary law and religion sush one's status is legally confirmed as a woman, the right of inheritance in the customary law of Bali for some one who has undergone a sex change varies due to these atguments: (a) if the transsexual never weeds throught his life, he is considered as a legal heir who is limited to benefiting from existing legacy only, (b) the transsexual loses his right of inheriing right at the moment he gets married, and (c) if the transsexual is of the status of a sentana rejeg, •heis fully legitimate if inheriting his parents' legacy or is as rightful of inheriting as other legal heirs. Di Butelong —Bali, ditcmukan seorang pclaku operas' ubah kelamin dad laki-laki menjadi perempuan, proses peruballan kelamin tersebut telah di lakukan di Chollada clinic, Bangkok, Thailand dan telah mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri Singaraja tentang status berunya tersebut, sudah banyak kasus serupa yang terjadi dimana seseorang mengubah alat kelaminnya dari laki-laki menjadi perempuan karena keadaan yang dirasakan sangat mengganggu aktivitasnya dan terutama statusnya yang tidak jelas. Kasus ini menjadi menarik karena merupakan satu-satunya kasus yang terjadi di Bali, sebagai daerah yang sarat dengan adat istiadatnya yang kental dan sistem kekeluargaan patrilineal. Untuk itu perlu diketahui apakah status barunya sebagai perempuan diakui dalam sistem kekeluargaan masyarakat Bali dan bagaimanakah kedudukannya sebagi ahli waris. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yaitu penelitian yang mentikberatkan pada hukum yang berlaku dalam masyarakat. Penel;itian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum operasi ubah kelamin dari laki- lakimenj adi perempuan terhadap Ink mewaris dalam masyarakat hukum adat di Bali, terutama yang terjadi di Kabupaten Buleleng Propinsi Bali. Responden dalam penelitian ini yaitu 1 orang pelaku operasi ubab kelarnin dan 4 orang kerabat keluarga pelaku operasi ubah kelamin dari laki-laki menjadi perempuan. Data primer dan data sekunder dari penelitian ini dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan dan lapangan, dengan alat pengumpulan data studi kepustakaan dan pedoman wawancara. Dad basil penelitian menunjukan bahwa apabila upacara secara adat dan keagamaan telah dilakukan maka statusnya sebagai seorang perempuan dinyatakan sah danhak mewaris pelaku operasi ubah kelamin tergantung pada hal-hal sebagai berikut : (a). Apabila pelaku operasi ubah kelamin selama hidupnya tidal< terikat pada suatu perkawinan maka ia merupakan ahli waris tetapi terbatas pada hak untuk menikmati harta warisan yang ada. (b). Apabila pelaku operasi ubah kelamin, kawin keluar maka pada mai itu juga haknya sebagai ahli waris hilang atau gugur karena ia dianggap tidak patut mewaris. (c). Apabila pelaku operasi ubah kelamin berstatus sebagai santana rejeg, maka ia berhak sebagai ahli waris penuh dari harta warisan orang tuanya atau disamakan hanknya dengan ahli waris sah yang lain.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:11007
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:20 May 2010 09:38
Last Modified:20 May 2010 09:38

Repository Staff Only: item control page