HAK MEWARIS PEREMPUAN DAN PERKEMBANGANNYA DALAM HUKUM WARIS ADAT DI KABUPATEN PACITAN — JAWATIMUR

Pratiwi, Rr. Arumdati (2004) HAK MEWARIS PEREMPUAN DAN PERKEMBANGANNYA DALAM HUKUM WARIS ADAT DI KABUPATEN PACITAN — JAWATIMUR. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2207Kb

Abstract

People in Tulakan, Pacitan Regency submit to Patrilineal family system (system that man's power is dominant in a family). According to the system, inheritance rights gäve just for men or sons in a family. On the contrary women or daughters have no rights to take inheritance. Furthermore the system is change nowadays. Women or daugters have rights to take inheritance. There are many factors which is influential in change of Patrilineal-family system of customary inheritance law in Pacitan Regency such as social change, education, religion, migration and Supreme Court Jurisprudences. The law suit about inheritance especially about inheritance rights of women in Pacitan Regency are taken by using two ways. The former is discussion and the latter is taken them to the court. Dalam masyarakat Pacitan khususnya di kecamatan Tulakan Yang menganut sistem Patrilineal, dahulu hanya memberikan hak waris atas harta warisan si pewaris bagi pihak laki-laki atau anak laki¬laki saja, maka pihak perempuan atau anak perempuan tidak mendapat hak waris atas harta warisan si Pewaris. Akan tetapi dalam perkembangannya kemudian, pihak perempuan atau anak perempuan bisa mendapatkan bagian warisan dari harta warisan si pewaris. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkenibangan atau perubahan yang ada mengenai hak waris perempuan dalam hukum waris adat di kabupaten Pacitan, antara lain adalah adanya perubahan sosial dalam masyarakat, faktor pendidikan, faktor perantauan / migrasi, faktor agama dan yurisprudensi yang dikeluarkannya oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia. Bila terjadi sengketa dalam hal pembagian warisan, terutama yang menyangkut hak waris perempuan dalam hukum waris adat di kabupaten Pacitan khususnya di kecamatan Tulakan, maka cara penyelesaian yang banyak ditempuh adalah dengan dua cara, cara rousyawarah dan mufakat serta cara penyelesaian perkara di pengadilan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:11003
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:20 May 2010 09:16
Last Modified:20 May 2010 09:16

Repository Staff Only: item control page