PERSEPSI, SIKAP DAN PERANSERTA NELAYAN DAN PEMANDU WISATA BAHARI DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN PANTAI (Studi Kasus di Kawasan Pariwisata Lovina, Buleleng, Bali)

CIPTANA, GEDE ARYA (2002) PERSEPSI, SIKAP DAN PERANSERTA NELAYAN DAN PEMANDU WISATA BAHARI DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN PANTAI (Studi Kasus di Kawasan Pariwisata Lovina, Buleleng, Bali). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

The degradation of seashore condition of Lovina tourism area has been worsened. It is also true for tourist attraction such as coral and dolphin. The degradation cause the decrease of tourism development. Some efforts have been taken by Buleleng Regency to preserve seashore environment in this area. These efforts, however, has not been completely and directly done, nor involved the local community. Therefore it is necessary to study local community's perception, attitude and participation in preserving seashore environment in Lovina tourism area, Buleleng. In this research, the local community interviewed is fishermen and maritime tour guide. The purpose of this research is: (1) to study the perception, attitude and participation of fishermen in preserving seashore environment (2) to study the perception, attitude and participation of maritime tour guides in preserving seashore environment (3) to formulate a plan for seashore environmental management in Lovina tourism area. Therefore this research is aimed at: (1) identifying the perception, attitude and participation of fishermen in preserving seashore environment (2) identifying the perception, attitude and participation of maritime tour guides in preserving seashore environment (3) identifying the cause of tourism potential (coral and dolphin) damage. To achieve these goals data analysed by quantitative method through frequency table, and qualitative method with descriptive statistics. Primary data were collected through observation and interview by using questionnaire. Secondary data were collected through library research by using literatures, research results, and information related to the research object. Data analysis is employed by SPSS program. The result shows that: (1) the perception, attitude and participation of fishermen in preserving seashore environment is very good, although it is still lower than maritime tour guides (2) the perception, attitude and participation of maritime tour guides in preserving seashore environment is very good (3) the degradation of tourism potential, especially coral, is mainly caused by natural factor in the form of mud deposited by river flood. Only small part of the damage is caused by tourism and fishing fancy fish activities. (4) The dolphin gets away from the seashore because of the decreasing number of small fish in the coral as the coral has been damaging, as well as because of the sound of motor boat (5) Based on the seven steps of planning approach, the proposed model is seashore environmental management as an ecosystem unit, starting from the river flow which empties into Lovina beach up to the beach, by involving all parts of the local community in cooperation with Buleleng Regency. Therefore, it is recommended that: (1) An effort of preserving seashore environment the government should consider Lovina area as an ecosystem unit; (2) Damage prevention efforts should not only focused on the damage area, but also to the cause of the damage; (3) Buleleng Regency government should cooperate with the local community in developing artificial coral to recover coral damage; (4) The good perception, attitude, and participation of fishermen and maritime tour guides should be made as a model for the local community to make better the involvement of the community in preserving the seashore environment. ABSTRAKSI : Menurunnya kondisi lingkungan pantai di kawasan pariwisata Lovina semakin mengkhawatirkan. Demikian pula dengan kondisi potensi pariwisata seperti terumbu karang dan ikan lumba-lumba. Banyak terumbu karang yang rusak dan mati. llcan lumba-lumba semakin menjauh dad pantai. Kerusakan ini dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya perkembangan pariwisata dan punahnya potensi pariwisata yang ada. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk melestarikan lingkungan pantai di kawasan ini Namun penanganannya belum dilakukan secara menyeluruh dan terarah, serta belum melibatkan masyarakat sekitar kawasan Berkaitan dengan hal itu, maka pedu dilakukan suatu kajian terhadap persepsi, sikap dan peranserta masyarakat dalam pelestarian lingkungan pantai di kawasan pariwisata Lovina, Buleleng. Masyarakat dalarra penelitian ini difokuskan pada Nelayan dan Pemandu Wisata Bahari. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji persepsi, sikap dan peranserta nelayan dalam pelestarian lingkungan pantai; (2) mengkaji persepsi, sikap dan peranserta pemandu wisata bahari dalam pelestarian lingkungan pantai; (3) merumuskan suatu model perencanaan pengelolaan lingkungan pantai di kawasan pariwisata Lovina. Untuk itu, maka sasaran penelitian ini adalah teridentifikasinya : (1) persepsi, sikap dan peranserta nelayan dalam pelestarian lingkungan pantai; (2) persepsi, sikap dan peranserta pemandu wisata bahari dalam pelestarian lingkungan pantai; (3) penyebab kerusakan potensi pariwisata (terumbu karang dan lumba-lumba). Untuk dapat mencapai sasaran itu maka dilakukan analisis data dengan metode kuantitatif yaitu perhitungan dengan tabel frekuensi, dan metode kualitatif dengan statistik deskriptif untuk dapat menggambarkan persepsi, sikap dan peranserta nelayan dan pemandu wisata bahari dalam pelestarian lingkungan pantai. Adapun pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi (pengamatan lapangan) dan wawancara terstruktur memakai kuesioner. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan berupa literatur, hasil penelitian, maupun informasi yang berkaitan dengan obyek penelitian. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi, sikap dan peranserta nelayan sudah sangat baik, namun masih lebih rendah dari pemandu wisata bahari; (2) persepsi, sikap dan peranserta pemandu wisata bahari dalam pelestarian lingkungan pantai sudah sangat baik. (3) kerusakan potensi pariwisata yang ada, terutama terumbu karang, sebagian besar disebabkan oleh faktor al= yaitu lumpur yang terbawa banjir sungai. Hanya sebagian kecil kerusakan tedadi karena aktivitas pariwisata dan penangkapan ikan hias. (4) Menjauhnya lumba-lumba dari pantai disebabkan karena berkurangnya ikan-ikan kecil pada terumbu karang sebagai dampak dad rusaknya terumbu karang, selain karena deru mesin perahu motor yang cukup kerns. (5) Berdasarkan pendekatan the seven steps of planning, maka model pengelolaan pelestarian lingkungan pantai yang dapat dilaksanakan adalah pengelolaan lingkungan pantai sebagai satu kesatuan ekosistem, dimulai dari DAS sungai yang bermuara di pantai Lovina sampai pantai itu sendiri, dengan melibatkan semua pihak di masyarakat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Dan kesimpulan di atas, maka dapat diajukan beberapa rekomendasi yaitu : (1) Dalam upaya pelestarian lingkungan pantai, pemerintah hams memandang kawasan Lovina • sebagai satu kesatuan ekosistem. (2) Upaya penanganan kerusakan tidak hanya dilakukan pada obyek yang rusak, tetapi harus dilakukan mulai dari penyebab kerusakannya. (3) Pemda Kabupaten Buleleng dapat bekerja sama dengan masyarakat mengembangkan terumbu karang buatan (tranplantasi) untuk memulihkan kembali terumbu karang yang rusak. (4) Persepsi, sikap dan peranserta nelayan dan pemandu wisata bahari yang sudah sangat baik, hendaknya dijadikan contoh dan pedoman di masyarakat kawasan, sehingga keterlibatan masyarakat dalam pelestaian lingkungan pantai secara keseluruhan akan semakin baik lagi

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:10988
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:19 May 2010 20:07
Last Modified:19 May 2010 20:07

Repository Staff Only: item control page