KAJIAN BASIS DATA DALAM SISTEM INFORMASI TERPADU PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA DASAR PERKOTAAN DI KOTA BESAR (STUDI KASUS : KOTA BEKASI)

HARDIJANTO, DIDIEK (2000) KAJIAN BASIS DATA DALAM SISTEM INFORMASI TERPADU PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA DASAR PERKOTAAN DI KOTA BESAR (STUDI KASUS : KOTA BEKASI). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2123Kb

Abstract

In the last decade, the world of information and communication sectors are growing fast, in its either technology or system. Furthermore, it is especially in the growing of internet; this does have impact of declining physical territories of urban, province, and country in information sector. The fast changing information has not only strive for the Urban Government to manage its urban area, but also to provide the urban basic infrastructure in order to face the urban competitiveness, both in the regional scale or international. In correspond with the fast growth of population in urban area the limitation of central government development funding, and in order to challenge the decentralization and autonomy processes, it has push forward in an efficient, effective and accurate urban basic infrastructure development. For this reason, the capacity of Urban Government in urban development management has to be improved to encourage community and private sector involvement, as well as to promote the cooperation among urban areas, both nationally and internationally. As urban basic infrastructure development improvement and its affordability, it has needed the improvement of capacity in a better, effective, and efficient urban basic infrastructure management, which is supported by a fast, accurate and correct data and information provision system. The problems that often appears in the management of database at basic urban infrastructure development are distributing; duplicating; the late of data supply, UN uniform, the different in definition of the data; and last but not the least the role of the system information not yet maximum. The research purposes to examine the type of database needs on information system in order to break of developing basic urban infrastructure which is supported by system information; to find out the problems that might be appeared at the existing system information model; and to arrange the needs of database that could be recommended in arrangement integrated development of database information system Database is an important component in the information technology sector. It has a representation of a physical reality and a logical of the system. The developed and managed database and an information system of urban basic infrastructure in the respected intitution of Urban Government have still done in individual and incremental ways. Hence it raise constrains and problems on duplication, inconsistent, inaccurate and pretended data, as well as it has dcult to find the data, time consuming and it is not well economically sound Accordingly, it was urge to conduct research to analyze that there is an integrated database on information system to deal with the mentioned constrains and problems. The research was done by using the common factor analysis and cluster analysis, which it was involving the intitutions on urban, province and central level, as well as the urban projects management. The result of the research found that the integrated development of database is necessary, particularly in urban management because of there is 27 the same data intensively used by 28 urban governments institutions; and as the information services to the one who needs such as community or private, etc. Within database management there are some unsuticified to gain the data ( 30 institutions), so it could encourage the institutions to self survey because of the data that got from other instituions was neither accurate nor actual (53,48%). The research was found out result that the development of integrated database on urban development management is badly needed. It is because of some data has used intensively by some Urban Government institutions, and some was used as a service information to the public. The developed model of database has proposed it is easier, cheaper, more flexible and more practical in implementation with the interface system will be made end user to operate more easily. Since Urban Government Institutions are located in separate places, there is an urgent need to develop a data communication model as an information system. This model is proposed to utilize the Client-Server Networks Model, with consideration that the model is more faster and efficient, since the server load can be reduced by transferring operational load and database to Client, therefore its operation more fast, easier, and cheaper on maintenance. ABSTRAK Perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat dewasa balk perkembangan teknologinya maupun sistem informasi dan komunikasi terutama berkembangnya dunia Internet telah membawa dampak terhadap mengaburnya batas-batas fisik wilayah balk kota, propinsi maupun negara dalam bidang informasi. Perubahan-perubahan yang cepat menuntut kesiapan Pemerintah Kota dalam pengelolaan kota dan infrastruktur kota khususnya penyediaan prasarana dan sarana dasar perkotaan dalam menghadapi persaingan kota yang terjadi balk dalam skala regional maupun global. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di suatu kota dan keterbatasan dana pembangunan dari Pusat serta dalam rangka desentralisasi dan otonomi menuntut pembangunan prasarana dan sarana dasar perkotaan sangat efisien, akurczt dan tepat guna. Untuk itu perlu ditingkatkan kemampuan pemerintah kota dalam pengelolaan pembangunan kota untuk dapat mendorong masyarakat serta dunia usaha sebagai upaya pembangunan kota, kerjasama antar kota balk dalam negeri maupun dengan kota di luar negeri. Untuk itu penguatan keterjangkauan (akses) prasarana dan sarana tersebut diperlukan peningkatan kemampuan dalam pengelolaan prasarana dan sarana dasar perkotaan menjadi lebih baik, efektif dan efisien yang didukung oleh suatu sistem penyediaan data dan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Permasalahan yang sering timbul dengan adanya pengelolaan basis data pembangunan prasarana dan sarana dasar perkotaan adalah : ketersebaran data, duplikasi data, keterlambatan dalam penyediaan data, tidak seragamnya data, perbedaan dalam mendefinisikan data dan peran sistem informasi yang belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti jenis kebutuhan basis data dalam sistem informasi pengambilan keputusan pembangunan prasarana dan sarana dasar perkotaan dengan sasaran melihat dukungan sistem informasi dalam pengambilan keputusan, mencari permasalahan yang timbul dari model sistem informasi yang ada dan menyusun dasar-dasar kebutuhan basis data yang dapat direkomendasikan kedalam penyusunan basis data dalam sistem informasi terpadu pembangunan. Basis data merupakan unsur yang sangat penting dalam dunia teknologi informasi. Basis data merupakan representasi dari kenyataan fisik yang ada dan lojik dari sebuah sistem. Basis data dan sistem informasi prasarana dan sarana dasar perkotaan yang telah dikembangkan dan dikelola oleh Instansi dalam Pemerintah Kota masih dilakukan secara sendiri-sendiri dan belum terpadu, sehingga muncul kendala terhadap adanya duplikasi data, tidak konsistensinya data, tidak akurat dan tidak aktualnya data serta untuk mencari data yang dibutuhkan sangat sulit, menyita banyak waktu dan tidak ekonomis. Dart kondisi tersebut muncul suatu keinginan yang didukung adanya basil penelitian yang telah dilakukan bahwa adanya basis data yang terpadu dalam sistem informasi dapat mengatasi masalah dan kendala tersebut diatas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis faktor / (common) factor analysis dan analisis kelompok (cluster analysis) yang melibatkan instansi/dinas balk di tingkat Kota, Propinsi maupun Pusat serta Proyek-proyek yang ada di Tingkat Kota sebagai responden. Dart hasil penelitian ditemukan bahwa memang diperlukan suatu pengembangan basis data secara terpadu dalam pengelolaan pembangunan kota karena adanya data yang sama secara intensif digunakan (27 data) oleh banyak instansi pada Pemerintah Kota (28 Instansi tingkat Kota) dan sebagai informasi pelayanan kepada pihak-pihak yang membutuhkan (swasta/masyarakat dan lain- lain). Dalam pengelolaan basis data masih terlihat adanya tingkat kepuasan yang masih rendah dalam perolehan data (30 instansi) sehingga mendorong instansi untuk melakukan survey sendiri dikarenakan data yang didapatkan dart instansi lain kurang akurat/kurang aktual (53,84 %). Dalam mengembangkan model basis data perlu diperhatikan kemudahan, biaya, keluwesan, kepraktisan serta dukungan interface yang ditujukan untuk end-user sehingga implementasi dari aplikasi basis data dapat dioperasikan dengan mudah oleh end-user. Disamping pertimbangan tersebut perlu juga dipertimbangkan kompatibilitas dan lokasi dari masing-masing instansi tidak berada pada satu lokasi tetapi pada beberapa node untuk itu disarankan dengan memperhatikan model jaringan yang lebih cepat dan efisien dengan beban Server pusat dapat dikurangi sehingga operasi lebih cepat, mudah dan murah dalam pemeliharaan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:10976
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:19 May 2010 17:49
Last Modified:19 May 2010 17:49

Repository Staff Only: item control page