PENERAPAN PASAL-PASAL KUH PERDATA PADA JUAL BELI BANGUNAN RUMAH DI DALAM AKTA NOTARIS

PURWATI, DWI ENDAH (2003) PENERAPAN PASAL-PASAL KUH PERDATA PADA JUAL BELI BANGUNAN RUMAH DI DALAM AKTA NOTARIS. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2128Kb

Abstract

House is one of the main human need, and the way how to get they need it could be follow by trading, beside making underhand, it can be made by competent deed. The house trading made by competent deed is told a bout a right and duty of subject matter as a KUH Perdata rules. Than the problem is the implementation of articles of KUH Perdata on the house trading in the Notary deed and what is the fungstion of Notary deed. In research using of yuridis empiris methods has a deslcripsi analitis characteristic, however this research was describe the implementation of the articles on the house trading in the Notary deed. The result of research to show in the trading house usually follow by the delegation of power, transferal of land has a details right and duties of many subject matter. Of course in a making of agreement deed must be suitable with the mutuality of agreement.The duty of the seller is giving the things with the buyer. Trading gives the main obligation to the seller, they must give the personal right on purchase trading in the satisfaction on purchases and also take from hidden physically and the main duties of buyer is to pay the payment of buying, in other side in also arrange the guarantee from seller to buyer that buyer can manage the buyers land right,and have to paid money if not living the building at the time,it is also mentioned the people who pays the payment of deed and where the district of the parties,all of already explaination details. Notary deed has a main fungtion as a warranty instrument like a guarantee that there is a binding agreement that clearly tide up competent parties,for all their right and duties as a details. As a othentic deed,notary deed has a perfect power of authority that also tide up the judge. Which the implementation can be forced by giving the grosse notary deed,has same power with the judge in court. The coclution of this research is implementation of the articles of KUH Perdata it could be warranty instrument competent parties and also tide up them including the judge because of notary deed is perfect warranty instrument. Salah saw kebutuhan pokok manusia adalah rumah, yang cam perolehannya antara lain melalui jual bell, balk yang dibuat dibawah tangan maupun secara notariil. Jual Bell bangunan rumah yang dibuat secara notariil berisikan mengenai hak dan kewajiban para pihak sebagaimana diatur dalam KUH Perdata sehingga permasalahannya adalah bagaimana penerapan pasal-pasal KHU Perdata pada jual bell bangunan rumah di dalam akta Notaris dan apa fungsi dari akta Notaris. Dalam penelitian ini mempergunakan metode Yuridis empiris yang bersifat deslcriptis analitis dimana penelitian akan menggambarkan penerapan pasal-pasal KUH Perdata pada jual belt bangunan rumah di dalam akta Notaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam jual bell bangunan rumah senantiasa diikuti dengan pengoperan, pemindahan atau penyerahan hak atas tanah yang memuat secara terperinci hak dan kewajiban para pihak. Tentu saja dalam membuat akta perjanjian harus memenuhi syarat tentang sahnya perjanjian. Adapun Kewajiban penjual terdiri dari menyerahkan barang yang dijualnya, menanggung kenilcrnatan dan ketentraman barang serta menanggung dari cacat-cacat yang tersembunyi. Sedangkan kewajiban dari pembeli adalah membayar harga pembelian Selain itu juga diatur tentang jaminan pembeli untuk dapat mengurus hak atas tanah yang akan dimohonkan beserta penguruannya, denda apabila bangunan tidak dikosongkan pada waktunya dan siapa yang harus membayar ongkos aktanya serta pemilihan tempat kedudukan hukum para pihak, semuanya diuraikan secara terperinci. Akta Notaris mempunyai fungsi yang utama sebagai alat bukti, yaitu bukti adanya perjanjian yang mengikat bagi para pihak dengan segala hak dan kewajibannya secara terperinci. Sebagai alcta otentik, akta Notaris mempunyai kekuatan bukti yang sempurna yang juga mengikat bagi hakim, yang pelaksanaannya dapat dipaksakan dengan dikeluarkannya grosse akta Notaris yang mempunyai kekuatan sama seperti putusan hakim di muka persidangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pasal-pasal KUH Perdata di dalam akta Notaris merupakan penjelasan atau penjabaran dari ketentuan KUH Perdata yang dujadikan sebagai alat bukti bagi para pihak yang mengikat bagi semua pihak, termasuk hakim oleh karena akta notaris merupakan alat bulcti yang sempurna.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:10955
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:19 May 2010 15:16
Last Modified:19 May 2010 15:16

Repository Staff Only: item control page