KONSEP SEVIBOLISME TATA RUANG LUAR KERATON SURAKARTA HADININGRAT

SETIAWAN, EKO ADHY (2000) KONSEP SEVIBOLISME TATA RUANG LUAR KERATON SURAKARTA HADININGRAT. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
9Mb

Abstract

Keraton Surakarta Hadiningrat is considered as Pusering Tanah Jawi and Sumbering Kabudayan Jaw! which essentially mean a central point and resource of the Javanese Culture. The regained consciousness of human in close relationship between compilation of the universe and human being (macro cosmos and cosmos micro). The King was reincarnation or God descent as Sayyidin Panatagama Kalifatullah that's believed to have a lot of extra ordinary power and close relationship with the Almighty. Keraton as a reflection of human journey in the word until in the eternity. Sangkan Paraning Dumadi until Manunggaling Kawula Gusti is having a symbolism concept adhered to the layout of outdoor space and physical form of Keraton Surakarta Hadinigrat from Gapura Gladag until to Gapura Gading. Keraton Surakarta Hadiningrat is a reflection of pranata which control the result of the mind and spiritual human being in the way to achieve the completeness of life. The layout of the outdoor space Keraton Surakarta Hadiningrat with the symbolism concept and how to apply it in the planning and design have not been analyzed comprehensively, so that the writer have a interest in this observation. The aim of this observation, is to identify and analyse the symbolism concept of the layout of the outdoor space Keraton Surakarta Hadiningrat, looking at the characteristic or the unique mass of inside the layout of the outdoor space (landscape) both soft material and hard material. This observation is using the observation method of qualitative approach phenomenology and naturalistic paradigm model which has found the qualitative characteristic very perfect to build the frame work of research, the philosophy that is base on it and operational it. The technique sampling in this observation is aim to detailing the devoutness that exits and searching the information that can be base from design and theory that came to generals. Because of that the using of a sample base on a Purposive sample. In the procedure of sampling consist of sample that has to be representative and the large of the sample must really able because the bigger the sample the smaller possibility of mistake to have the conclusion. The inductive of analysis data is aim to find the real of specific data, analyse the surface and shaping the relation and structuring the values very explicit. The conclusion is to detail the devoutness or symbolism concept which in application to Keraton Surakarta Hadiningrat and produce a discovery. The Philosophy concept is Sangkan Paraning Dumadi until Manunggaling Kawula Gusti, the cosmology concept is the cosmos main power that exits in Sasana Prabasuyasa, Argopura, and Kolam Bandengan, concept Sedztlur Papal Kalima Pancer/Kiblat Papal Kalima Pancer is to ask a blessing power from the God of wind course. Hierarchy concept is Tri Purusa/Trinity/Triloka which consist of Ngendraloka (Sukma Kawekas), Guruloka (Sukma Sejati) and Janaloka (Roh Suci) and symbolism concept of the layout of outside space (Landscape) Keraton Surakarta Hadiningrat is a journey of live and soul guidance to the way of perfectionism (Kasampurnaning Ngaurip) Which is being in the symbol of palace that is Radya Laksana. The benefit of this observation is to develop Keraton Surakarta Hadiningrat as a Central Culture, in planning and designing the layout of the outside space that can be develop to be a mode is, and give input and considerable to the interpretation policy and to contribution the science as well as a foundation for observation. ABSTRAK : Keraton Surakarta Hadiningrat di pandang sebagai Pusering Tanah Jawi dan Sumbering Kabudayan Jawi yang artinya sebagai titik pusat dan sumber kebudayaan jawa. Kesadaran manusia akan hubungan yang dekat antara susunan alam semesta dan manusia (makro dan mikro kosmos ). Raja merupakan titisan atau keturunan dewa sebagai Sayyidin Panatagama Kalifatullah yang di akui memiliki berbagai kelebihan dan kedekatan dengan yang maha kuasa. Keraton sebagai cermin perjalanan hidup manusia didunia hingga di alam baka Sangkan Paraning Dumadi hingga Manunggaling Kawula Gusti direncanakan dengan konsep simbolisme yang melekat pada tata ruang luar dan wujud fisik Keraton Surakarta dari Gapura Gladag hingga ke Gading. Keraton Surakarta sebagai refleksi pranata yang mengatur hasil olah pikir dan olah batin manusia dalam upaya mencapai kesempurnaan hidup Kasampurnaning Ngaurip. Tata ruang luar Keraton Surakarta Hadiningrat dengan konsep simbolisme dan bagaimanakah aplikasinya dalam perencanaan dan perancangannya belum pernah diungkap secara menyeruluh, sehingga penulis mempunyai minat untuk mengadakan penelitian ini. Tujuan penelitian ini, adalah mengidentifikasi dan menganalisa konsep simbolisme tata ruang luar Keraton Surakarta Hadiningrat, untuk mencari ciri khas atau keunikan dalam tata ruang luarnya (lansekap) balk soft material maupun hard material. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan phenomenologik dan model paradigma naturalistik yang telah menemukan karakteristik kualitatif yang sempuma untuk membangun kerangka pemikiran, filsafat yang melandasi dan operasionalisasinya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan tujuannya adalah untuk merinci kekhususan yang ada dan menggali informasi yang akan menjadi dasar dari perancangan dan teori yang muncul untuk digeneralisasikan, oleh sebab itu sampel yang digunakan adalah Sampel Bertujuan (Purposive Sample). Dalam prosedur pengambilan sampel terdiri dari sampel itu harus representatif (mewakili) dan besarnya sampel harus memadai karena semakin besar sampel akan semakin kecil kemungkinan salah untuk menarik kesimpulan. Analisis data secara induktif yang bertujuan untuk menemukan kenyataan¬kenyataan data yang spesifik, menguraikan latar secara penuh dan mempertajam hubungannya serta menstruktur nilai-nilai secara eksplisit. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan merinci kekhususan atau Konsep Simbolisme yang diaplikasikan pada Keraton Surakarta Hadiningrat dan menghasilkan suatu temuan yaitu konsep philosophie yaitu Sangkan Paraning Dumadi hingga Manunggaling Kawula Gusti, konsep kosmologi yaitu pusat kekuatan kosmos ada pada Sasana Prabasuyasa, Argopura dan Kolam Bandengan, konsep Sedulur Papat Kalima PancerlKiblat Papat Kalima Pancer yaitu meminta berkah kekuatan dewa arah mata angin, konsep hirarki yaitu Tripurusa/Trinity/Triloka yang terdiri dari Ngendraloka (Sukma Kawekas), Guruloka (Sukma Sejati) dan Janaloka (Roh Suci) dan konsep simbolisme tata ruang luar (lansekap) Keraton Surakarta Hadiningrat yaitu tuntutan perjalanan hidup/jiwa menuju Ice arah kesempurnaan (Kasampurnaning Ngaurip) yang diwujudkan dalam lambang Keraton yang disebut Radya Laksana. Manfaat dari penelitian ini untuk mengembangkan keraton Surakarta Hadiningrat sebagai pusat kebudayaan, dalam perencanaan dan perancangan tata ruang luar (lansekap) dapat dikembangkan menjadi suatu model, memberikan masukan dan pertimbangan bagi pengambilan kebijaksanaan dan sumbangan bagi ilmu pengetahuan serta landasan bagi penelitian Iebih lanjut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:10949
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:19 May 2010 14:58
Last Modified:19 May 2010 14:58

Repository Staff Only: item control page