KENAIKAN SUKU BUNGA PINJAMAN PADA PERJANJIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH MELALUI PT. BANK MANDIRI (PERSERO) CABANG SEMARANG SETELAH KRISIS MONETER

RUMANINGTYAS, RIANA (2003) KENAIKAN SUKU BUNGA PINJAMAN PADA PERJANJIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH MELALUI PT. BANK MANDIRI (PERSERO) CABANG SEMARANG SETELAH KRISIS MONETER. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3571Kb

Abstract

Credit of Housing represent one of development way of housing financing system so that can realize the society desire from various class and various economic ability level to own the house. Monetary crisis that happened in Indonesia has given the impact with the increasing of interest loan rate, including Credit of Housing, inclusive Credit of Housing through PT. Bank Mandiri ( Persero) Semarang. This study convers 2 (two) problems, that are (1) Whether by boosting up interest loan rate on Credit of Housing unilaterally by Mandiri Bank Semarang after monetary crisis have impinged the good faith ground in agreement ? (2) Does debtor responsi6le in the credit stucked case happened on Credit of House Ownership at Mandiri Bank Semarang after monetary crisis ? This study held in the town of Semarang, by using yuridis empiric approach method and qualitative analysis. Study finding indicate that (1) The increase of interest loan rate on Credit of House Ownership do not impinge the good faith ground in agreement, monetary crisis represent the risk for circumstance change which not anticipated before, as according to sense of justice and briskness where the loss that happened divided by two, among debitor and creditor. (2) For debtor client of Credit of Housing cannot take cover by using monetary crisis as reason to duck out the obligation of achievement accomplishment, they remain to accountable for pay its debt at Mandiri Bank Semarang until the debt keel and in the event of credit stuck the debitor expressed as "wanprestasi". Kredit Pemilikan Rumah merupakan salah satu cara pengembangan sistem pendanaan perumahan sehingga dapat mewujudkan keinginan masyarakat dari berbagai lapisan dan berbagai tingkat kemampuan ekonomi untuk memiliki rumah. 'Crisis moneter yang terjadi di Indonesia telah memberikan dampak dengan naiknya suku bunga pinjaman pada ICredit Pemilikan Rumah, termasuk Kredit Pemilikan Rumah melalui PT. Bank Mandiri (Persero) cabang Semarang. Studi ini membahas 2 (dua) permasalahan, yaitu (1) Apakah dengan menaikkan suku bunga pinjaman pada Kredit Pemilikan Rumah secara sepihak oleh Bank Mandiri cabang Semarang setelah ICrisis moneter telah melauggar asas ilctikad baik dalam perjanjian ? (2) Bagaimana tanggung jawab debitur dalam hal terjadi kredit macet pada Kredit Pemilikan Rumah di Bank Mandiri cabang Semarang setelah Icrisis monetr ? Studi ini dilakukan di kota Semarang, dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dan dianalisis secara kualitatif. Temuan studi menunjukkan bahwa (1) Kenaildcan suku bunga pinjaman pada Kredit Pemilikan Rumah tidak melanggar asas ilctikad baik dalam perjanjian, 'crisis moneter merupalcan risiko atas perubahan keadaan yang tidak diduga sebelumya, sesuai dengan rasa keadilan dan kepantasan (kepatutan) dimana kerugian yang dialami dibagi dua antara debitur dan lcreditur. (2) Bagi nasabah debitur Kredit Pemilikan Rumah tidak dapat berlindung dengan menggunakan krisis moneter sebagai alasan untuk menghindar dari kewajiban pemenuhan prestasi, mereka tetap bertanggung jawab untuk melunasi hutangnya pada Bank Mandiri cabang Semarang sampai huffing tersebut tunas dan apabila terjadi kredit macet debitur tersebut dinyatakan wanprestasi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:10948
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:19 May 2010 14:53
Last Modified:19 May 2010 14:53

Repository Staff Only: item control page