POLA TATA RUANG PERMUKIMAN NELAYAN TAMBAK LOROK SEMARANG DAN BENDAR BAJOMULY0 JUWANA

PANGGARDJITO, PANGGARDJITO (1999) POLA TATA RUANG PERMUKIMAN NELAYAN TAMBAK LOROK SEMARANG DAN BENDAR BAJOMULY0 JUWANA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Indonesia is the biggest archipelago in the world. It has very wide coast. There are 9,261 coast villages out of the 67,439 villages. 22% of the inhabitation in our country live in the coast village. The economic activities in this area contribute 24% contribution of the gross domestic product. In the coast village there are many activities, such as : Industry, Human Settlement, Fishery, Trading, Transportation, Harbour, Recreation, etc. Fishery is one of the activity's coast cultivation that depends on the economic life, social culture, and physical environment. Activity's space and human settlement become an important factor in accelerating the development and improvement of the fishery settlement. Therefore, through research and investigation of "Pola Tata Ruang Permukiman Nelayan Tambak Lorok Semarang dan Bendar Bajomulyo Juwana" is to identify fishery character in specific aspect plan to analyze spatial space and urban space. In relation with social, culture, economic and fishery physical will be found significant factors of the certain fishery space development. So, the benefit of the research will produces the significant urban space formula to correspond to the determine factors and certain parameter will be gain to determine the development steps, formula or space identification to indicate how far the interfere and problem solving in urban space to the development of fishery settlement. The research activity carried out in formulating the research design stage, comparating and existing identity area, determining variable and parameter and also testing and analyzing. It can be concluded that human settlement space pattern was formed from natural condition as a basic form and developing in the frame of economic activity as a determines factors of spatial setting in spatial or core, transition and spread The access determines either social or economic aspect or backward or forward linkage by leading sector of fishery activity and the available public space has a significant in the spatial space signed by existing pier and Fish Auction (TPI / Tempat Pelelangan Ikan) as a core area. Finally the recommendation through these research needs continuing, especially in social change aspect relating with economic improvement which significant by the spatial detail change planning integration by placing to determine factor such as: humanism ecology determined sustainable the fishery quality improvement. ABSTRAK Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki daerah pantai yang sangat luas. Terdapat sekitar 9261 desa pantai dari keseluruhan 67.439 desa. Sekitar 22% penduduk di negeri kita bermukim di desa pantai. Aktivitas ekonomi di daerah pantai dan laut memberikan kontribusi sebesar 24% pada produk domestik bruto. Di daerah pantai, terdapat berbagai macam kegiatan seperti industri, permukiman, tambak, nelayan, perdagangan, transportasi dan pelabuhan, kegiatan rekreasi dan sebagainya. Nelayan merupakan salah satu bagian dari aktifitas pembudidayaan pantai yang sangat bergantung dengan kehidupan ekonomi, sosial budaya dan fisik lingkungan. Isu-isu mengenai ruang aktifitas dan ruang permukiman menjadi faktor yang perk dicermati dalam pertumbuhan dan perkembangan permukiman nelayan. Untuk itu melalui penelitian tentang "Pola Tata Ruang Permukiman Nelayan Tambak Lorok Semarang dan Bendar Bajomulyo Juwana" yang bertujuan mengidentifikasi karakter permukiman nelayan dalam aspek ke-ruang-an (yang unik) serta faktor¬faktor pengaruh yang membatasi atau membentuk ketergantungan (determine factors) pada pola ruang. Dengan mengkaji komponen-komponen pembentuk ruang (spatial space and urban space) dalam keterkaitan pada sosial budaya, ekonomi dan fisik permukiman nelayan akan didapatkan signifikasi penentu pertumbuhan permukiman nelayan. Dengan demikian manfaat yang diperoleh dari penelitian ini antara lain mendapatkan signifikasi pola tata ruang sebagai tanggapan terhadap faktor-faktor ketergantungan sehingga didapat parameter dalam menentukan langkah-Iangkah pengembangan, membentuk pola atau cara pandang ruang sehingga dapat diindikasikan sejauh mana kemungkinan intervensi dan pemecahan masalah tata ruang yang dapat dilakukan dalam pengembangan permukiman nelayan. Kegiatan penelitian dilakukan dalam tahapan merumuskan disain riset, melakukan komparasi dan identitas kawasan eksisting, menenetukan variabel dan parameter pengukur serta melakukan pengujian dan analisa. Dapat disimpulkan bahwa pola tata ruang permukiman terbentuk dari kondisi alam sebagai bentuk dasar dan berkembang dalam kerangka aktifitas ekonomi sebagai faktor penentu seting ruang pada skala spasial maupun urban yang terstruktur dalam tingkatan dasar (core), transisi dan penyebaran (tingkatan lepas). Adanya akses yang menentukan moda/pergerakan dari aspek sosial maupun ekonomi (backward-forward linkage) dengan leading sector kegiatan penangkapan ikan, ketersediaan ruang publik mempunyai arti penting dalam pola tata ruang ditandai dengan pentingnya keberadaan dermaga dan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) sebagai core area. Pada akhirnya rekomendasi yang disampaikan melalui penelitian ini adalah mask perlu adanya penelitian lebih lanjut terutama menyangkut aspek perubahan sosial kaitannya dengan peningkatan ekonomi yang sangat signifikan dengan perubahan detail tata ruang. Integrasi perencanaan dengan menempatkan faktor determinan seperti humanisme ekologis sangat menentukan kelangsungan (sustainable) peningkatan kualitas permukiman nelayan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:10908
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:19 May 2010 10:55
Last Modified:19 May 2010 10:55

Repository Staff Only: item control page