KONVERSI HAK MIILIK ATAS TANAH ADAT (HAK MTLIK YANG TERKEKANG) DI KECAMATAN SANGGAU LEDO KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT

Ageng Tti Haryanto, Yulius (2003) KONVERSI HAK MIILIK ATAS TANAH ADAT (HAK MTLIK YANG TERKEKANG) DI KECAMATAN SANGGAU LEDO KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3547Kb

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konversi hak milik atas tanah adat di Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Propinsi Kalimantan Barat dilaksanakan dengan keluamya Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960. Tujuannya konversi adalah penghapusan hak-hak feodal dan menjamin kepastian hokum pemilik tanahnya. Tanah milik adat ini adalah tanah dalam pengaturannya tunduk pada hukum adat Tanah mink adat ini dimiliki kelompok masyarakat atau dikuasai perorangan bila hak komunalnya sudah lemah dan dikuasai secara turun-temurun sejak nenek moyangnya Hak milik adat yang ada di Kecamatan Sanggau Ledo ini bempa tanah parene'an (parenekan), tembawang, hutan adat. Oleh sebab itu mereka mengganggap pemilikan tanah milik adat ini sudah kuat dan pasti, sehingga masyarakat merasa tidak membutuhkan bukti-bukti lainnya untuk memperkuat atau tnengulculikan kepemilikan tersebut. Mereka sudah begitu lama, bahkan telah berabad-abad mendudukinya dan memperoleh nafkah dari tanah itu. Dalam Imam waktu yang begitu lama tidak ada gangguan dari pihak lain. Dengan Pemikiran seperti ini mereka tidak merasakan konversi hak milik adat. Bahkan hal itu hanya menambah beban temtama segi ekonomi dan waktu. Selanjutnya konversi hak miiik adat bahkan mereka anggap sebagai penyimpangan terhadap norma pemilikan tanah mereka pegang selama ini yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Prilaku seperti ini mudah dipahami sebab masyarakat adat yang menghuni tanah adat pada umumnya sekaligus masyarakat agraris, sernata-mata hidup dari hasil pertanian dan pertemakan tradisional. Selama ini mereka hanpir tidak mengalami interaksi sosial menyangkut tanah dengan orang-orang dart luar masyarakat adatnya Sekalipun akhir-akhir ini situasi mulai berubah. Jadi, mereka tidak merasakan ancaman akan kehilangan hak atas tanahnya, sehingga tidak dibutuhkan bukti-bukti formal. Bila ada perselisilian mengenai tanah, misalnya siapa pemegang hak atas tanah, cukuplah dibuktikan dengan alat-alat bukti setempat. Umpamanya, siapa yang membuka lahan yang menjadi perselisihan, siapa yang mengusahakannya selama ini, sekalipun ini menyulitkan bila persoalannya sampai ke pengadilan Berdasarkan hasil penelitian bahwa bahwa konversi hak milik atas tanah adat di Kecamatan Sanggau Ledo belum dilaksanakan sebagaimana sesuai dengan UUPA. Hal ini disebabkan ketidaktahuan pemilik tanah, kebijakan mengenai Maya, proses/prosedur, jangka waktunya dan pengaruh hukum adat setempat. Kata kunci.: 1. !Conyers! 2. Hak milik. 3. Tanah adat. The purpose of this research is to understand the conversion of property right upon customary land in Sanggau Ledo District, Bengkayang regency, Province of West Kalimantan. It is organized in tenn the issues of The Agrarian Principle Law No. 5 1960. This conversion's goal is removing all feudal rights and to ensure a certainty of law the owner of those lands. This customary lands are under individual authority if the communal right is weak and it under the descending authority from their ancient. The customary right of property in the district of Sanggau Ledo is a parene'an (parenekan), tembawang, custom forest. Therefore, they deemed that the customary land possession is appropriate and certain So people feel that they do not need any other evident to strengthened and to sturdy their possession. They are too long, even for centuries settled on it and making their basic necessities of life from the land. In the long periods of time, there are no disturbances from the other party. Their way of thinking like that, they do not know anything about the conversion of customary land possession right advantages upon on their properties. Even it only give more burdens mainly for their economic and time. Then the conversion of customary land possession right even they deemed that it is a violence toward land possession norms of the land they are holding in as long as the present time, that they got from their ancient as legacy. This behavior is easy to understand, because the customary society of the land generally a agrarian societies, merely they life depending on the fanning and traditional cattle's yield. As far as now they almost isolated from the social interaction involving those land and people from the outside of their custom society. Although at the present time, the situation is began to change. So they feel there is no threatening that they are maybe loose their right of the land, so they do not any formal evidences. If there is a dispute about that land, for example who is the right of land holder, its quite enough by showing their local evident equipments. For instance, who is open those dispute area, who is exploit it so far, although it will be a matter of difficulty if the issues reached die court. Base on the observation, that the conversion the customary land possession right in the Sanggau Ledo district, is not organized the conversion the customary land possession right, also cost factor, procedures, tome and the influences of local custom law. Keyword: 1. Conversion. 2. Right of Property. 3. Customary lands

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:10871
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:19 May 2010 08:29
Last Modified:19 May 2010 08:29

Repository Staff Only: item control page