WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN PADA PT. PARA MULTIFINANCE CABANG TEGAL

MOURISES, RICKA (2004) WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN PADA PT. PARA MULTIFINANCE CABANG TEGAL. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2582Kb

Abstract

Pembiayaan Konsumen merupakan alternatif pembiayaan seperti halnya peminjaman uang lewat kredit bank atau cara pembiayaan lainnya. Tetapi dalam hal ini PT. Para Multifinance Cabang Tegal tidak meminjamkan uangnya kepada konsumen melainkan melalui Pembiayaan atas barang modal yang berupa kendaraan bermotor roda dua dengan menggunakan jaminan Fidusia. Studi ini membahas 2 (dua) permasalahan, yaitu (1) Bagairnanakah tanggung jawab Pihak Konsumen dan pihak PT.Para Multifinance cabang legal dalam praktek Perjanjian Pembiayaan Konsumen? (2) upaya hukum apakah yang dapat ditempuh pihak PT. Para Multifinance Cabang legal apabila didalam Prakteknya pihak konsumen melakukan wanprestasi ? serta bagaimana menyikapi perbeclaan dalam hal penyitaan barang yang dijadikan objek jaminan ? Studi ini dilakukan di kota legal, dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dan dianalisis secara kualitatif. Dad hasil studi dapat diketahui bahwa (1) perjanjian Pembiayaan Konsumen dengan menggunakan jaminan fidusia antara PT. Para Multifinance dan konsumen menimbulkan suatu tanggung jawab, dimana masingmasing pihak diwajibkan untuk memenuhi prestasi yang teiah diperjanjikan terutama pihak konsumen yang mendapatkan fasilitas pembiayaan. (2) Tidak diipenuhinya prestasi oleh konsumen maka konsumen dapat dinyatakan Wanprestasi, pihak PT. Para Multifinance Cabang Tegal tidak melakukan sita terhadap barang jaminan tanpa harus melalui sita pengadilan,. Walaupun sebenarnya hal itu bertentangan dengan ketentuan didalam Pasal 181 HIR tetapi pihak Perusahaan memiliki alasan yaitu sita barang jaminan melalui pengadilan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar dan dan sebelumnya hal itu telah diperjanjikan didalam kontrak perjanjian Pembiayaan Konsumen antara para pihak. Consumer financing is and alternative of financing as done by bank through credit or other kind of loan. In this case PT Para Multi Finance cabang Tegal does not provide any loan to the consumers but through providing finance on capital good, such as motor cycle which is guaranteed on a fiducia warranty. Two problem was discusses, namely; how is the responsibility of consumer and PT Para Multi Finance cabang Tegal in practice ?, Did the Para Multi Finance cabang Tegal litigate the consumer who breach the contract in order to solve the problem ? and what attitude should be taken when there are difference sittuaticn related to the confiscation against the object of waranty ? The research taken place in Tegal city, in thgis research Empirical legal approach is used, and for analisys used descriptive qualitative method Based on the research result found : 1. The contract of Consumer financing obliged the parties to carry on anything which was agreed by them and cited on the contract 2. The consumer was breaching the contract when he/she failed to apply the contract In order to cover the financial loss PT Para Multi Finance cabang Tegal, confiscated the waranty object. The confiscation done did not base on the article 181 HIR. The reasons why confiscation did not through the court are : more expensive, took longer time to solve the problem and because the way for running of confiscation already regulated in the contract.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:10765
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:17 May 2010 20:51
Last Modified:17 May 2010 20:51

Repository Staff Only: item control page