KONSEP KEADILAN BAGIAN WARISAN PEREMPUAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM

PURWITO, SUGENG (2002) KONSEP KEADILAN BAGIAN WARISAN PEREMPUAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2534Kb

Abstract

The members of Islam presence desire had been for used the rule of law heir Islam materialized with the form's Religion of Justice and after that to be continue with the Islamic of Compilation Law (ICL) form's. One of several substance ICL are the rule about inheritance. However such their be valid that's inheritance of law not fuel's be valid, because characteristic's didn't compulsion and presence right option for sides that cases. Because that foundation some research indicated that still there's some deviation' which conduct by their self. Infraction, which in great quantities at contribution from sharing inheritance woman who didn't follow rule which be in effect on Islamic of Law heir. Except that there's some a rule on Islamic of Law Heir which necessary to known and must be obedient accordance with procedural, in the meanwhile about principles reasons, requisite and he hindered inheritance., beside description toward the rule law of custom heir. Actually there's efforts for trying to do deconstruction toward concept sharing justice 2:1 becalm 1:1 between share a man inheritance with share a woman inheritance. Employing law of custom heir to became alternative for to sharing inheritance appropriate with justice value, which their desirable. Whereas concept this justice different with justice concept Islamic of law heir in taken share a woman inheritance. Justice concept in Islamic of law heir, leave from principle justice balance, that is to be balance between right and duty, who charge on a man and a woman, where a mart have duty which more big than a woman, so liare inheritance, a Man taken two share a woman. Whereas justice concept at norm harmony, in new law of custom inheritance, leave from equal right, equal status and equal treatment, so share inheritance a woman same with share a man. It's share inheritance a woman in Islamic of Compilation Law same with be valid in Islamic of law heir. Whereas, infestation article, which regulate about tashaluh and appropriate with norm harmony, which in society development, there's to opened possibility to more justice in share inheritance for a woman, although must be certain requisites. Beside that, their appear expert heir substitute, which arrange at ICL, so grandchild woman decided have share inheritance from his parents like expert heir, whom has been deadly. Sharing inheritance appropriate with Islamic of law heir, can to request by way of decided Religion of Justice, which have the quality condemnation, or by way of application to Religion of Justice by all expert heir. From decided like this, actually can think out an jurisdiction, because, theirs not yet the rule in Islamic of Compilation Law. Adanya kehendak umat Islam untuk menggunakan ketentuan hukum Waris Islam telah terwujud dengan. dibentuknya Peradilan Agama yang kemudian disusul dengan terlealisimya Kompilasi Hukum Islam. Salah satu mated KEE aklalah ketántuan Mengenai kewarisan. Namun demikian berlakunya hukum kewarisan tersebut tidak berlaku sepenuhnya, karena sifatnya yang tidak memaksa dan adanya hak opsi bagi para pihak yang berperkara. Oleh karena itu berdasarkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa penyimpangan yang dilakukan oleh umat Islam itu sendiri. Pelanggaran yang paling banyak di sumbang oleh pembagian warisan perempuan yang tidak mengikuti ketentuan yang berlaku dalam hukum waris Islam. Selain itu ada beberapa ketentuan dalam hukum waris Islam yang perlu diketahui dan harus dita'ati secara prosedural, diantaranya mengenai asas-asas, sebab, syarat dan penghalang kewarisan, disamping gambaran terhadap ketentuan hukum waris adat. Sebenarnya ada upaya untuk mencoba melakukan dekonstruksi terhadap konsep keadilan pembagian 2:1 menjadi 1:1 antara bagian warisan laki¬laki bagian warisan perempuan. Penggunaan hukum waris adat atau norma kerukunan tersebut diatas di jadikan altematif untuk membagi warisan sesuai dengan nilai keadilan yang mereka kehendaki. Padahal konsep keadilan ini berbeda dengan konsep keadilan hukum waris Islam dalam perolehan bagian warisan perempuan Konsep keadilan dalam hukum waris Islam berangkat dari asas keadilan berimbang, yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban yang dibebankan pada laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki mempunyai kewajiban yang lebih besar daripada perempuan, sehingga dalam bagian warisan laki-laki mendapat dua bagian perempuan. Sedangkan konsep keadilan pada norma kerukunan dalam hukum waris adat berangkat dad persamaan hak, persamaan kedudukan, dan persamaan' perlakuan, sehingga bagian warisan perempuan sama dengan bagian laki-laki. Besamya bagian warisan perempuan dalam Kompilasi Hukum Islam sama dengan yang berlaku dalam hukum waris Islam. Namun demikian, keberadaan pasal yang mengatur tentang tashaluh dan sesuai dengan norma kerukunan yang berkembang di masyarakat, membuka adanya kemungkinan pembagian warisan yang lebih adil bagi perempuan, meskipun hams dengan syarat-syarat tertentu. Disamping itu munculnya ahli waris pengganti yang diatur dalam KHI, sehingga cucu perempuan tetap mendapat bagian warisan dad orang tua sebagai ahli waris yang telah meninggal. , Pemhagian warisan sesuai dengan hukum waris Islam, dapat dimintakan lewat putusan Peradilan Agama, yang bersifat condemnatoir, ataupun lewat permohonan ke Peradilan Agama oleh seluruh ahli wads. Dart keputusan seperti ini sebenamya dapat melahirkan suatu yurisprudensi, oleh karena belum ada aturan dalam Kompilasi Hukum Islam, yang digali dad norma-norma yang berkembang dimasyarakat yang tidak bertentangan denga syari'at Islam.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:10659
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:14 May 2010 12:41
Last Modified:14 May 2010 12:41

Repository Staff Only: item control page