ANALISIS KINERJA KEUANGAN INDUSTRI FOOD AND BEVERAGE SEBELUM DAN SAAT KRISIS EKONOMI (Studi Kasus pada industri Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta)

Jumaizi, Jumaizi (2001) ANALISIS KINERJA KEUANGAN INDUSTRI FOOD AND BEVERAGE SEBELUM DAN SAAT KRISIS EKONOMI (Studi Kasus pada industri Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta). Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3050Kb

Abstract

ABSTRACT ;CY This study explores Financial Performance of go-public Food and Beverage Industry in BEJ. The aim of the study is to know difference of financial performance of companies before and in crisis period. There are 19 companies that utilized as the samples and the samples were taken by purposive sampling technique ( in period 1994 — 1999 ). Hyphotesis of the study is : (1) Financial Performance of Liquidity of go-public F & B in BEJ before crisis period is significantly different from fmancial performance in economic crisis period. (2) Financial performance of solvability of go-public F & B industry before crisis period is significantly different from financial performance in economic crisis period. (3) Financial performance of profitability of go-public F & B industry before crisis period in BEJ is significantly different from financial performance in economic crisis period. (4) Financial performance of internal profitability of go-public F & B industry in BEJ before crisis period is significantly different from financial performance in economic crisis period. There three models that utilized to examine the significance of financial performance. Firstly, T-test analysis is used to examine the crisis effect for one year before crisis and in economic crisis period. Secondly, Two-sample Comparison (T-test) analysis is used to examine the effect of crisis for two years before and in economic crisis period. Thirdly, non parametric analysis (Wilcoxon Sign Test) is used to examine the effect of economic crisis for three years before and in economic crisis period. Two methods utilize significance level 5 % and the result of statistical analysis reflected that the liquidity (one year) before crisis is not better than performance in crisis period, therefore Ho is accepted and Ha is refused solvency, total profitability and internal profitability before crisis is significantly different from solvency, total profitability and internal profitability in crisis period, hence Ha is accepted and Ho is refused. The result of statistical analysis (for two years) before and in crisis period reflected that the liquidity of company is still liquid, therefore Ho is accepted and Ha is refused. Solvency, total profitability before crisis is significantly different from solvency, total profitability in crisis period, therefore Ha is accepted and Ho is refused. Internal profitability before crisis is not different from internal profitability in crisis period, hence Ha is refused and Ho is accepted. The result of Wilcoxon Sign Test (for three years) before and in crisis period averall have reflected that financial performance is significantly different, but it not march effects the liquidity of companies. Two years after crisis , the short term performance is not much effected. There is significantly different of solvency and total profitability and there is not significantly difference of internal profitability because of 53 % companies to sustain a loss and 26 % their equity were negative. After (three years ) crisis all of financial performance is significantly different from financial performance before crisis, this condition reflects that the financial performance in crisis period becomes very bad (low). ABSTRAKSI Penelitian ini berusaha untuk mengkaji kinerja keuangan Food and Beverage yang go public di BEJ. Adapun tujuan penelitian adalah dapat menghasilkan apakah ada perbedaan yang signifikan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan saat krisis. Sampel penelitian sebanyak 19 perusahaan, sedang pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, dalam periode antara 1994 hingga tahun 1999. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah : 1) Kinerja keuangan dalam bentuk likuiditas industri F & B yang go-public di BEJ pada sebelum krisis berbeda secara signifikan dengan kinerja keuangan saat krisis ekonomi; 2) Kinerja keuangan dalam bentuk solvabilitas industri F & B yang go-public di BEJ pada sebelum krisis berbeda secara signifikan dengan kinerja keuangan saat krisis ekonomi; 3) Kinerja keuangan dalam bentuk profitabilitas total industri F & B yang go-public di BEJ pada sebelum krisis berbeda secara signifikan dengan kinerja keuangan saat krisis ekonomi; 4) Kinerja keuangan dalam bentuk profitabilitas internal industri F & B yang go-public di BEJ pada sebelum krisis berbeda secara signifikan dengan kinerja keuangan saat krisis ekonomi. Tiga model uji beda yang digunakan untuk menguji kebermaknaan kinerja keuangan. Pertama analisis West digunakan untuk menguji pengarult krisis selama satu tahun sebelum dan satu tahun saat krisis ekonomi. Kedua analisis t-test uji beda dua sampel digunakan untuk menguji pengaruh selama dua tahun sebelum dan dua tahun saat terjadinya krisis ekonomi. Ketiga analisis non parametrik dengan Wilcoxon Sign Test digunakan untuk menguji pengaruh krisis ekonomi selama tiga tahun sebelum dan tiga tahun saat krisis. Kedua metoda menggunakan tingkat signifikansi 5 % dan hasil uji statistilutya satu tahun sebelum dan satu tahun saat krisis, likuidity sebelum krisis tidak lebih baik dari kinerja saat krisis ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Sedangkan solvency, profitability total dan profitability internal sebelum krisis berbeda secara signifikan dengan saat krisis berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji statistik dua tahun sebelum krisis dan dua tahun saat krisis menunjukkan bahwa likuiditasnya masih likuid sehingga Ho diterima dan Ha ditolak sedangkan solvency, profitability total sebelum krisis berbeda secara signifikan dengan saat krisis yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak dan profitability internal sebelum krisis sama dibandingkan dengan saat krisis berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Hasil Wilcoxon Sign Test tiga tahun sebelum dan tiga tahun saat krisis secara keseluruhan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan saat krisis yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan hasil penelitian selama satu Stun krisis telah menunjukkan secara signifikan perbedaan kinerja keuangan namun belum banyak mempengaruhi likuiditasnya. Dua tahun setelah terjadinya krisis, kinerja jangka pendeknya masih belum banyak terpengaruh, solvency dan profitability total terjadi perbedaan yang signifikan sedangkan profitability internal tidak adanya perbedaan yang signifikan akibat 53 % mengalami kerugian dan 26 % ekuitasnya negatif, sedangkan setelah tiga tahun krisis semua kinerja keuangan berbeda secara signifikan dengan sebelum terjadinya krisis ini menunjukkan kinerja keuangan saat krisis menjadi sangat rendah.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:10628
Deposited By:Ms upt perpus3
Deposited On:14 May 2010 09:54
Last Modified:17 May 2010 19:01

Repository Staff Only: item control page