PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, PRICE TO EARNING RATIO, NET PROFIT MARGIN, DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Pada Saham-Saham Perusahaan Sektor Industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta)

Ilatmin , Sulimin (2004) PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, PRICE TO EARNING RATIO, NET PROFIT MARGIN, DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Pada Saham-Saham Perusahaan Sektor Industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2348Kb

Abstract

Empirical study which had been conducted by Gagaring Pagalung (1995) shows that almost investors use fundamental analysis as foundation to decided their investment decision. It means that fundamental variables can be used to predict stock return. It is not suprising if there were a lot researchs used fiundamnetal variables as independent variable to predict stock return. Unfortunately, researchs which had been conducted tend to make a research gaps. Those research gaps were inconsistency among research which had been conducted. Base on those reason, this research specifically scrutinize only one industrial sector namely manufacturing industry which have the largest trading volume in Jakarta Stock Exchange. Variables which studied its impact toward stock return in this research are debt to equity ratio (DER), price to earning ratio (PER), net profit margin (NPM), dan dividend payout ratio (DPR). Samples chose from manufacturing sector's company which listed in Jakarta Stock Exchange. Purposive sampling being used as sampling techniques. By using this sampling method, 134 companies had been obtained as a sample. Data were provided by Jakarta Monthly Statistics. Multiple regressions techniques used to analyse the data. The finding shows that there were not all variables which studied in this research have a significant impact toward stock return. NPM and DPR have a positive and significant impact toward stock return, meanwhile DER have a negative and significant impact toward stock return. PER don't have a significant impact toward stock return. These findings implied that investor must choose stock with high NPM and DPR because it can produce higher return, moreover investor must buy low DER stock because it can produce higher return also. Penelitian empiris yang dilakukan oleh Gagaring Pagalung (1995) menunjukkan bahwa sebagian besar investor ternyata menggunakan analisis fundamental sebagai dasar untuk menentukan keputusan investasinya, hal memberikan arti bahwa variabel-variabel fundamental perusahaan dapat digunakan sebagai penentu return saham. Sehingga tidaklah mengherankan apabila banyak penelitian yang menggunakan variabel fundamental perusahaan sebagai variabel bebas yang mempengaruhi return saham. Namun sayangnya penelitian-penelitian yang telah dilakukan tersebut masih menimbulkan adanya research gap. Research gap tersebut berupa masih terdapat ketidak konsistenan hasil temuan dart penelitian-penelitian yang pernah dilakukan. Sehingga penelitian ini secara khusus meneliti satu bidang industri saja yaitu sektor industri manufaktur yang merupakan sektor industri dengan total volume perdagangan terbesar di Bursa Efek Jakarta. Variabel-variabel yang diteliti pengaruhnya terhadap return saham dalam penelitian ini adalah debt to equity ratio (DER), price to earning ratio (PER), net profit margin (NPM), dan dividend payout ratio (DPR). Penelitian ini menggunakan sampel yang dipilih dart perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Tercatat sebanyak 134 perusahaan terpilih sebagai sampel penelitian. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini diperoleh dart JSX Monthly Statistics. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Penelitian ini menemukan bahwa tidak semua variabel bebas yang diteliti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Variabel NPM dan DPR memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham, sementara variabel DER memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap return saham. Variabel PER tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Temuan ini memiliki implikasi bahwa investor dapat rnemilih saham yang memiliki NPM dan DPR yang tinggi karena mampu menghasilkan return yang tinggi pula, lebih lanjut investor disarankan untuk membeli saham dengan nilai DER yang relatif kecil karena juga mampu memberikan return lebih tinggi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:10623
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:14 May 2010 09:20
Last Modified:14 May 2010 09:20

Repository Staff Only: item control page