PERILAKU MENABUNG RUMAH TANGGA DI PEDESAAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN)

Sutarno, Sutarno (2005) PERILAKU MENABUNG RUMAH TANGGA DI PEDESAAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2166Kb

Abstract

This study is an empirical study conducted in Delanggu District Klaten Regency, and was aimed to explain marginal propensity to save and rural households saving potency, and to analyze the dominant factors contributing to rural households saving. The study employed descriptive statistics and linear regression techniques from a sample of 93 households. The dependent variable was a rural household saving devided by family size. The result indicated that using linear regression for rural households saving's model was the best model, for 66% prediction capability of its independent variable, and there are no multicollinearity, heteroscedasticity and autocorrelation.The marginal propensity to save resulting from regressions is 27 %, and 41 % households in the sample prefer to hold their saving at home. There are 3 factors that have significant contribution to rural households saving: household income devided by family size, share consumption in total income and occupation of household head. Education of household head, young age dependency ratio and old age dependency ratio do not have considerable influence, since none of those have significant coefficients. Penelitian ini merupakan studi empiris yang mengambil lokasi di kecamatan Delanggu kabupaten Klaten, bertujuan untuk mengkaji besarnya kecenderungan menabung atau marginal propensity to saving , potensi tabungan rumah tangga di pedesaan serta menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi tabungan rumah tangga di daerah penelitian. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear dengan data primer dari sample sebanyak 93, dengan variable dependen tabungan per jumlah anggota rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tabungan per jumlah anggota rumah tangga dengan menggunakan regresi linear dalam penelitian ini adalah model yang balk sebab kemampuan prediksi variabel independennya mencapai 66% dan telah lobos uji multikolinieritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Besarnya kecenderungan menabung basil dari komputasi pada model regresi linear adalah 27%, sedangkan jumlah rumah tangga sample yang menabung di boar lembaga keuangan adalah 41%. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tabungan per jumlah anggota rumah tangga di kecamatan Delanggu ada tiga, yakni variabel pendapatan per jumlah anggota rumah tangga, bagian konsumsi dari total pengeluaran rumah tangga dan perbedaan jenis pekerjaan kepala rumah tangga petani dan non petani. Sedangkan variabel pendidikan kepala rumah tangga, rasio beban ketergantungan usia muda dalam rumah tangga dan rasio beban ketergantungan usia tua dalam rumah tangga, tidak dianggap berpengaruh, karena mempunyai nilai koeefisien yang tidak signifikan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya upaya yang mengarah pada peningkatan mobilisasi tabungan rumah tangga di pedesaan melalui pengembangan institusi keuangan yang menjangkau sampai ke pelosok pedesaan untuk menjembatani kebutuhan rumah tangga terhadap lembaga yang dapat menampung tabungan dan juga memberikan kredit sesuai dengan kebutuhan mereka, serta perlunya peninjauan kembali program !credit bersubsidi untuk petani di pedesaan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Economics and Development Studies
ID Code:10241
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:06 May 2010 14:54
Last Modified:06 May 2010 14:54

Repository Staff Only: item control page