ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PASAR KAYU BULAT PINUS YANG DIHADAPI PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH

Raharjono, Erry (2004) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PASAR KAYU BULAT PINUS YANG DIHADAPI PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2119Kb

Abstract

Pennlitian ini bertujuan mengidentifikasi dan meng-analisis faktor-falctor yang berpengaruh terhadap perilaku pennintaan kayu bulat pinus di Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Populasi pada penelitian ini adalah Pabrik/Industri pengolah kayu pinus yang terdaftar pada Biro Pemasaran Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah sebanyak 95 unit. Somber data utama penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dan beberapa instansi pemerintah terkait, yaitu Departemen Kehutanan dan Perkebunan , Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan Biro Pusat Statistik, selain itu juga dad kantor Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah dan Kesatuan Pemanglcuan Hutan ( KPH ) , Produsen kayu pinus yaitu Pekalongan Barat, Pekalongan Timur, Banyummas Barat, Banyumas Timur, Kedu Utara, Kedu Selatan, Surakarta, Semarang dan Pad. Sedangkan untuk melengkapi data diperoleh dengan wawancara dari beberapa pengusaha pabrik / industri pengolah kayu pinus di Jawa Tengah serta data dad buku — bukii statistik dan artikel — artikel yang berkaitan dengan topik masalah Model yang digunakan untuk mengestimasi data adalah model analisis dengan Regresi tinier Berganda yang ditransfonnasikan dalam model logaritma natural. Hasil analisa pada tingkat signifikasi a = 5 persen, menunjukkan bahwa variabel harga kayu bulat pinus, jumlah pabrik/industri pengolah kayo pinus, pendapatan per kapita dan nilai tukar rupiah berpengaruh secara signifikan terhadap pennintaan kayu bulat pinus. Adapun Variabel harga kayu sengor., harga sawn timber dan harga ekspor finger joint tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan kayu bulat pinus Elastisitas harga kayu bulat pinus bersifat elastis terhadap pennintaan kayu bulat pinus, besamya koefisien elastisitasnya —1,099. Pendapatan per kapita juga bersifat elastis terhadap permintaan kayu bulat pinus dengan koefisien elastisitas sebesar 1,310. Koefisien elastisitas jumlah pabrik/industri sebesar 0,714 dan koefisien elastisitas nilai tukar rupiah sebesar —0,877. Rekomendasi yang disusun berdasarkan hasil kesimpulan dan implikasi kebijakan adalah : (a) Pengaturan pada kebijakan penetapan harga kayu bulat pinus (b) Regulasi pada perijinan pabrik/industri pengolah kayu pinus yang berada pada skala menengah kebawah (c) Pembinaan terhadap indttstri pengolah kayu pinus skala menengah kebawah dengan bantuan sarana dan prasarana dan peningkatan ketrampilan. i The objectives of this research are to identify and analyze factors that affecting the demand behavior of pine log at Forestry Public Corporation Unit 1 of Central Java. The population of this research is the pinewood processing Plants and Industries registered at Marketing Bureau of Forestry Public Corporation Unit 1 of Central Java this consist of 95 units. Primary data source of this research is the secondary data obtained from some government authorities. Like Forestry and Agricultural Department, Trading and Industrial Department and Statistic Center Bureau, Forestry Public Corporation Unit l's office of Central Java and Forestry Authorization Unit. Data was also collected from Pinewood Manufactures', from West Pekalongan, East Pekalongan, West Banyumas, East Banyumas,, Kedu, South Kedu, Semarang and Pati. Entrepreneurs of pinewood processing plants industries of Central Java were also interviewed. Data was also collected from statistical books and related articles. Estimation of data is done using the analysis model with Multiple Regreasion transformed into the natural logaritluna model. 'The result shows that at 5 percent level of Significance, the pine log price variable, the total pinewood processor plant/ industry, per capita income and rupiah l rate exchange were significantly affected to pine log demand. While sengoni wood price, sawn timber price and finger joint export price were not significantly affected to pine log demand. [ Price elasticity of pine log was elastic in nature to pine log demand with the elasticity coefficient amount wa equal to -1.009. Per capita Income was also elastic in nature to pine log demand with elasticity coefficient amount was equal to 1.310. Elasticity coefficient of total plants/ industries wa equal to 0.714 and elasticity coefficient of rupiah rate exchange was equal to -0.877. [Based on the result summary and policy implication we recommend : (a) management of price regulation policy of pine log (b) Regulation permission to pinewood processing plants and industries which are at the middle and lower level (e) Provide facilities, infrastructure and improvised skill to the pinewood [ processing industries which are at the midlle and lowl ers levels.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Economics and Development Studies
ID Code:10133
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:05 May 2010 19:46
Last Modified:05 May 2010 19:46

Repository Staff Only: item control page