PROSES PENCARIAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA MUALLAF

Mulyono, Ninin Kholida and Abidin, Zaenal and Dewi, Endah Kumala (2002) PROSES PENCARIAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA MUALLAF. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
882Kb

Abstract

Konversi agama merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang masuk atau berpindah ke suatu agama yang berbeda dengan agama yang diyakini sebelumnya. Ketika seseorang melakukan konversi agama, berarti individu meninggalkan identitas diri sebagai pemeluk agama lama, menerima identitas serta menyesuaikan diri dengan agama baru. Ancaman pengusiran, pemutusan dukungan finansial, bahkan ancaman pemutusan hubungan kekerabatan merupakan konflik potensial yang dialami oleh remaja yang melakukan konversi agama. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami proses dan peranan konversi agama terhadap pencarian identitas diri pada remaja yang melakukan konversi agama ke Islam atau lazim disebut muallaf. Metode yang digunakan adalah fenomenologi. Sampel terdiri dari empat subjek remaja yang melakukan konversi agama ke Islam. Dua orang subjek sebelumnya beragama Kristen Protestan dan dua orang yang lain sebelumnya beragama Katolik. Metode utama dalam pengumpulan data adalah depth interview, sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi, perekaman interview, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran konversi agama dapat mendorong pencapaian identitas diri (identity achivement) tetapi juga berpotensi menimbulkan kebingungan identitas ( identity difusion). Hal ini dipengaruhi oleh faktor : penerimaan diri, inisiatif dan motivasi, keterampilan komunikasi, strategi koping, kehendak bertanggungjawab, tingkat ancaman dan tekanan eksternal, serta dukungan sosial. Peran konstruktif konversi agama dalam pencarian identitas diri remaja antaralain : keberanian membuat komitmen, kematangan emosi, ketatagan, otonomi, kemantapan dalam mengarahkan diri (self direction) dan munculnya motivasi keberagamaan intrinsik. Sedangkan peran dekonstruktif berupa kebingungan dan ragu-ragu dalam mengambil keputusan, takut membuat komitmen, ketergantungan secara emosional terhadap orang lain, menghindari tanggungjwab yang besar. Keputusan muallaf untuk melakukan konversi agama dilatar belakangi oleh motif intelektual, afeksional dan transendental. Sedangkan faktor yang mempengaruhi keputusan melakukan konversi agama adalah faktor kognitif, psikologis, sosial dan adanya hidayah Tuhan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions:Faculty of Psychology > Department of Psychology
ID Code:10124
Deposited By:Soetarto
Deposited On:05 May 2010 16:57
Last Modified:05 May 2010 16:57

Repository Staff Only: item control page