PENGARUH KEPUASAN KERJA KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL — VARIABEL MODERATOR TERHADAP KEEFEKTIFAN IMPLEMENTASI TQM SEBAGAI BUDAYA BARU ORGANISASI SERTA DAMPAKNYA PADA ICINERJA ICARYAWAI\ (Studi Empiris pada PT.Sriboga Raturaya Semarang)

MAIRUHU, DADY (2003) PENGARUH KEPUASAN KERJA KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL — VARIABEL MODERATOR TERHADAP KEEFEKTIFAN IMPLEMENTASI TQM SEBAGAI BUDAYA BARU ORGANISASI SERTA DAMPAKNYA PADA ICINERJA ICARYAWAI\ (Studi Empiris pada PT.Sriboga Raturaya Semarang). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3107Kb

Abstract

This study was intended to test the effect of Job Satisfaction, as a moderating variable, on the relationships between TQM implementation (as a new organizational culture) and employees' performance. Based on contingency theoretical approach, the focus of this study was on the effect of interaction between the implementation of TQM (as an independent variable) and the Job Satisfaction (as a moderating variable) on the employees' performance as a dependent variable. The object for this study was PT Sriboga Raturaya in Semarang with its departmental managers, assistant managers, supervisors, senior and junior staffs as the respondents. The needed data were collected by means questionnaires distributed diretly to the respondents taken by Purposive Sampling. In this study, the implementation of TQM was conceptualized based on the dimensions of philosophy, quality, autority (balanced with the responsibility), reward (based on the achieved results), team cooperation, a sense of possessing the organization by the employees, focus on the costomers, continued improvement and long .term commitment. The Job Satisfaction consisted of the following dimensions: mentally challenging jobs, appropriate rewards, supportive working conditions, supportive colleagues and the match between employees' personalities and the works. Employees' performance consisted of the following dimensions: ability to cooperate, prescribed targets and satisfaction. Job Satisfaction here constituted a moderating variable used for enhancing the relationship between TQM and employees 'performance, in this case, for increasing employees' performance through the interaction between TQM and Job Satisfaction. Moderating- Regression Analysis was used for testing the hypotheses proposed in this study. The study showed the following results. Challenging works and supportive working conditions (job satisfaction variable) did not moderate the relationships between TQM and emplyees' performance; this was probably because these two variables were direct predictors. Appropriate rewards, supportive colleagues and the match between personalities and the works did moderate the relationship between TQM and employees' performance. Thus, three variables really constituted moderating variables. Penulisan ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel-variabel Kepuasan Kerja sebagai Variabel Moderator terhadap hubungan antara Implementasi TQM Sebagai Budaya Baru Organisasi dengan Kinerja Karyawan Fokus perhatian pada penelitian ini adalah pada pendekatan teori Kontingensi, yaitu mengenai bagaimana pengaruh interaksi antara Implementasi TQM sebagai budaya barn organisasi sebagai variabel independen dengan variabel-variabel Kepuasan Kerja sebagai variabel moderator mempengaruhi kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Obyek dalam penelitian ini adalah PT. Sriboga Raturaya, Semarang, dengan responden, pada level Manajer, Asst Manajer, Supervisor, Stag dan Jr staff pada beberapa departemen utama PT.SRR. Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden berdasarkan kriteria Purposive Sampling (petnilihan sampel bertujuan). Dalam penelitian ini Implementasi TQM dikonseptualisasikan atas dimensi¬dimensi Filosofi Kualitas, Kewenangan harus berimbang dengan tanggung jawab, Penghargaan terhadap hasil yang dicapai, Kerjasama tim, Rasa memiliki 'terhadap organisasi oleh karyawan, Fokus pada pelanggan, Peningkatan berkelanjutan, dan komitmen jangka panjang. Variabel kepuasan kerja dimensi-dimensinya terdiri atas Kerja yg seen mental menantang, Ganjaran yang pantas, Kondisi kerja yang mendukung, Rekan sekerja yang mendukung, dan Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan. Variabel Kinerja Karyawan dimensi-dimensinya terdiri atas Kemampuan kerjasama, Target yang telah ditentukan, dan Kualitas. Kepuasan kerja dalam penelitian ini adalah sebagai variabel moderator yang digunakan untuk memperkuat hubungan antara TQM dan Kinerja Karyawan, dalam hal ini untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui interaksi TQM dengan kepuasan kerja. Analisis Regresi Moderat (Moderating Regression Analysis) digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, variabel kepuasan kerja atas kerja yg secara mental menantang dan variabel Kondisi kerja yg mendukung, tidak memoderasi hubungan antara TQM dengan Kinerja karyawan, karena kedua variabel tsb adalah variabel prediktor langsung. Sedangkan variabel Ganjaran yg pantas, Rekan kerja yg mendukung, dan Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan, memoderasi hubungan TQM dengan Kinwerja karyawan. Dengan demikian ketiga variabel tersebut merupakan variabel moderator.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:10002
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:04 May 2010 13:22
Last Modified:04 May 2010 13:22

Repository Staff Only: item control page